Breaking News:

Realisasi Pajak Walet Masih Rendah, Pemda Tanjung Jabung Timur Siap Jemput Bola

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 53,8 Miliar.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Realisasi Pajak Walet Masih Rendah, Pemda Siap Jemput Bola 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 53,8 Miliar.

Hingga saat ini PAD yang baru terserap sebesar Rp 23,6 Miliar atau 43,9 persen. Rabu (8/9)

Dikatakan Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tanjabtim, Nusirwan melalui Kabid Pendapatan, Inos mengatakan, bahwa realisasi target PAD Tanjabtim terdiri dari Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

Untuk Pajak Daerah ditargetkan Rp 19 Miliar dengan realisasi Rp 9,7 Miliar atau 51,3 persen.

"Terkait Pajak Daerah kita akan tetap berupaya optimis dengan turun ke lapangan menjemput bola. Seperti pajak burung walet yang realisasinya masih dibawah target, yakni 42 persen," katanya.

Begitu juga dengan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Pihaknya telah membuat surat imbauan langsung penegasan dari Bupati Tanjabtim ke Pemerintah Desa, Kelurahan dan Kecamatan untuk mengingatkan segera melunasi PBB sebelum jatuh tempo akhir bulan September 2021.

Lanjutnya, terkait dengan Pajak Daerah yang paling besar atau yang sesuai dengan capaian target, yakni PPJ Non PLN, pajak reklame dan DPHTB.

"Terkait pajak yang lainnya kita optimis tercapai sesuai target Insya Allah," sebutnya

Kemudian Retribusi Daerah target Rp 2,2 Miliar, realisasi Rp 1 Miliar atau 47,4 persen. Paling besar realisasi Retribusi Daerah, yakni pengawasan dan pengendalian menara telekomunikasi sebesar Rp 176 juta dari target Rp 285 juta.

"Paling kecil realisasi di retribusi, yakni pelayan pelabuhan dan terminal, dari target Rp 42 juta terealisasi baru Rp 2,6 juta," sebutnya.

Dia berharap, untuk target keseluruhan PAD tercapai over target dan minimal 95 persen. Karena dari sisi pendapatan dan ekonomi masyarakat yang saat ini menurun akibat pandemi Covid-19, jadi pihaknya juga tidak memaksakan. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved