Baru Satu Setengah Tahun Menjadi Kepala BMKG Jambi, Ibnu Sebut Baru Tahu Kondisi Cuaca

Ibnu Sulistyono Kepala BMKG Jambi cerita bagaimana dia 18 tahun bertugas di Papua.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Samsul
Ibnu Sulistyono Kepala BMKG Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah 18 tahun melaksanakan tugas di Papua, Ibnu Sulistyono kemudian ditugaskan menjadi Kepala BMKG Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kondisi yang cukup berbeda tentunya dirasakan oleh Ibnu setelah 18 tahun di Papua.

Ibnu menyebut bahwa ketika di pindahkan ke Banjarmasin dirinya sangat bersyukur.

Hal ini lantaran dirinya dekat dengan rumah orangtuanya di Jogja, sehingga memang akses untuk balik menjenguk orangtuanya terbilang mudah dan tidak memakan waktu lama.

"Pindah ke Banjarmasin itu sungguh sangat senang sekali, banget kalo bisa di tambahkan malah. Karena memang kami ingin mendekat ke daerah kami di Jogja. Alhamdulillah sudah selama itu di papua akhirnya mendekat ke sekitar Jogja," ungkapnya.

Ia menyebut bahwa selama bertugas di Papua, Ia dan istri merencanakan untuk menjekung orang tua nya di Jogja dua tahun sekali.

Sementara, ketika di Banjarmasin Ia memplaning untuk ke Jogja selama tiga bulan sekali.

Baca juga: Kabupaten Muarojambi Masih PPKM Level 3, Polres dan Pemkab Terus Gencarkan Vaksinasi

Baca juga: MTQ ke 50 Tingkat Provinsi Jambi akan Diselenggarakan Siang Hari, Begini Persiapannya

Baca juga: Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri paparkan data Covid-19 dan realisasi vaksin di Sarolangun

"Biasa waktu di papua kami memplaning itu dua tahun sekali mengunjungi orang tua di Jogja. Di kalimantan itu bisa tiga bulan sekali kami bisa mengunjungi orang tua," sebutnya.

Disisi lain, kata Ibnu beberapa kali pindah tugas keluarga nya ada pernah ikut semua, namun ada juga yang bertahan di tempat sebelum pindah. Ini karena memang terkait dengan kondisi anak yang masih sekolah.

"Kadang itu belum akhir semester kami udah pindah sehingga tidak bisa menyamakan waktunya," katanya.

Usai di Banjarmasin, Ibnu pindah tugas ke Balikpapan hingga akhirnya pada Maret 2020 dirinya bertugas di Jambi. Ia menceritakan bahwa pertama kali mendarat di Jambi disambut dengan cuaca yang sangat baik.

"Di jambi itu waktu mendarat kondisi cuaca bersahabat, kondisi la lina atau netral atau adem sampai saat ini juga masih la lina, sehingga lebih banyak dingin. Enak nya lagi pas di Jambi jarak kantor sama rumah dekat," terangnya.

Disisi lain, soal makanan di Jambi, dirinya menyebut paling suka dengan masakan pindang. Sementara soal makanan lain, kata Ibnu sambal di Jambi berbeda dengan sambal di Kalimantan atau papua.

"Masuk di Jambi ada beberapa makanan yang khas seperti makanan padang. Warung padang di Jambi itu sambalnya lebih pedas lebih panas. Pindang saya suka di Jambi ini," ucapnya.

"Kalo cuaca juga. Di jambi ini yang saya lebih merasa, lebih ketahuan dengan iklim nya, kapan masuk hujan nya kapan masuk kemaraunya. Berbeda dengan di Kalimantan dan Papua," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved