Breaking News:

Berita Jambi

Disdik Provinsi Jambi Minta Sekolah Mendata Siswa SMA/SMK untuk Divaksinasi

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi meminta kepada sekolah, khususnya dijenjang SMA/SMK untuk mengusulkan jumlah siswanya yang akan divaksin.

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
MONANG/TRIBUNJAMBI.COM
Bukri Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Pendidikan Provinsi Jambi meminta kepada sekolah, khususnya dijenjang SMA/SMK untuk mengusulkan jumlah siswanya yang akan divaksin.

Sehingga vaksinasi ke siswa atau anak remaja bisa dilakukan dengan cepat.

"Kita minta kepada sekolah untuk melakukan permohonan ke Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, atau tim Satgas Covid-19 untuk melakukan vaksinasi," kata Bukri Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Senin (6/9/2021).

Lanjutnya, ini juga sudah menjadi intruksi dari pusat untuk pelaksanaan vaksinasi siswa yang ada disekolah.

Kata Bukri, dengan vaksinasi siswa sekolah, penyebaran kasus Covid-19 saat melakukan belajar tatap muka.

Lalu, Bukri belum bisa memastikan berapa siswa yang telah divaksin. "Kita belum ada terima berapa orangnya karena ini ada di kabupaten kota," tambahnya

Untuk melakukan vaksinasi ini, Bukri meminta kepada sekolah untuk koordinasi dengan Polres dan Kodim yang ada di kabupaten/kota.

Sehingga pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan baik.

Baca juga: Tinjau Vaksinasi Pelajar dan Masyarakat Wakil Gubernur Jambi Apresiasi Polda Jambi

"Memang untuk saat ini mereka sudah harus divaksin, tapi harus ada usulan dari sekolah," sebutnya.

Sebelumnya, sudah ada sekitar 50 persen guru di SMA/SMK yang sudah divaksinasi.
Ini dilakukan sebagai persiapan pembelajaran tatap muka ditengah pandemi Covid-19.

Saat ini, tinggal sekolah di daerah pedesaan yang masih jauh belum divaksin.

Bukri menyampaikan untuk jumlah siswa SMK di Provinsi Jambi sebanya 52 ribu siswa. Sedangkan SMA lebih banyak yakni 70 ribuan siswa.

Dinas Pendidikan Provinsi Jambi merencanakan sekolah tatap muka.

Namun dengan syarat, harus dilakukan di kabupaten/kota yang tidak berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4.

Ketentuannya siswa tidak boleh full, belajarnya tetap seperti biasa dengan menggunakan shift. 50 persen daring dan 50 persen tatap muka di sekolah.

Baca juga: Tunas Indonesia Raya menggelar vaksinasi di SD Negeri 96/IV Kota Jambi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved