Wawancara Eksklusif

Bincang Santai Bersama Kajari Merangin, Harus Ada Terobosan untuk Menjawab Tantangan

Raden Roro Thereisa Tri Widorini. Demikian nama sosok jaksa perempuan yang kini diamanahi menjabat sebagai Kajari Merangin

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Deddy Rachmawan
DARWIN SIJABAT/TRIBUNJAMBI
Dr Raden Roro Thereisa Tri Widorini (kanan) saat diwawancara Tribun Jambi 

Kasus apa yang pernah ditangani sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) baik ringan dan besar ?
Paling ringan itu masih perkara pencurian dan yang paling berat itu perkara korupsi. Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) memakan waktu yang cukup lama, karena kita harus mempunyai data dan fakta yang cukup dan akurat. Perlu menghadirkan saksi-saksi.

Akibat dari korupsi menyebabkan kerugian negara yang menyebabkan terlambatnya pembangunan karena anggaran disimpangi untuk yang lain. Kalau kasus pencurian, kami sudah yakin ada niat dan perbuatan sehingga pembuktiannya dalam persidangan mudah.

Apa kendala yang dialami dalam pembuktian seseorang melakukan korupsi ?
Kalau penanganan korupsi kita kerja per tim, untuk kesulitan tidak mengalami suatu kendala. Kalau kasusnya naik ke pengadilan, kasusnya pasti kami sudah pertimbangkan bahwa itu masuk ke ranah korupsi. Sudah melalui proses di mana kami sudah yakin bahwa itu bisa kami buktikan di pengadilan.

Apakah ada target jaksa dalam bekerja ?
Di kejaksaan tidak ada target. Kami selalu mempunyai terobosan untuk menjawab tantangan yang kami hadapi. Karena kebutuhan hukum masyarakat itu terus berkembang. Kami tidak boleh tidak update, harus update. Penegak hukum harus mengeksplore ilmu pengetahuannya, sering membaca peraturan. Kami harus cepat tanggap dalam menghadapi tantangan di kemudian hari.

Kalau saat ini perkara yang sedang ditangani di Kejari Merangin?
Banyak perkara, di sini ada kasus pencurian, narkotika, penipuan dan penggelapan dan sekarang dalam proses persidangan.

Bagaimana ibu memandang kasus korupsi hingga kasus narkotika?
Kalau kasus korupsi itu adanya willen and witten (menghendaki dan mengetahui). Willen itu adanya tindakan yang disadari dan dikehendaki. Kemudian witten itu mengetahui bahwa perbuatannya itu salah, menyimpang dari kewenangan yang diberikan undang-undang kepadanya.

Baca juga: Bupatinya Ditangkap Korupsi, Warga Banjarnegara Pasang Spanduk: Semoga Tidak Kembali Lagi Pak!

Akibat perbuatannya itu merugikan negara. Kasus korupsinya dapat kita buktikan sesuai dengan unsur unsur detik sesuai pasal dalam Undang-Undang Tipikor. Untuk kasus narkotika, itu mengenai peredaran dan transaksi narkotika. Penangkapannya dari pihak kepolisian, kita melanjutkan dari pihak kepolisian untuk dilakukan penuntutan.

Bagaimana bila ibu bertemu dua perkara ini saat bertugas di Merangin, seperti apa gambaran tuntutan yang ibu berikan supaya memberikan efek jera?
Untuk tuntutannya, dalam persidangan akan terungkap semuanya, hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Kita memakai prinsip proporsionalitas, kita melihat batas batas dari kesalahan pelaku. Dalam persidangan akan kelihatan batas batas kesalahannya sampai mana. Dalam penuntutan kami juga harus melihat hal yang meringankan dan memberatkan.

Tribun : Bagaimana cara masyarakat melaporkan adanya tindakan pelanggaran hukum?
Bisa dilaporkan melalui website Kejari Merangin. Di situ ada 'Lapor Jaksa' bisa melaporkan atau melakukan pengaduan atau melalui kontak kami. Laporannya akan kami telaah terlebih dahulu, apakah ada indikasi pidana atau tidak. Perlu kami kumpulkan data terlebih dahulu.
Jangan takut untuk melaporkan, silahkan melaporkan. Nanti akan kami telaah, dan akan tindak lanjuti apakah ada tindak pidana atau tidak. (darwin sijabat)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved