Breaking News:

Berita Batanghari

Anggaran Belanja Tidak Terduga di Pemkab Batanghari Sudah Terserap Rp 7,2 Miliar

Pemkab Batanghari menyiapkan dana sebesar Rp 8 miliar, untuk Belanja Tidak Terduga dari APBD 2021. Bakeuda menyebut dana itu sudah terserap Rp 7,2 m.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pemkab Batanghari menyiapkan dana sebesar Rp 8 miliar, untuk Belanja Tidak Terduga (BTT) dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021.

Sebagian dana tersebut digunakan untuk penanganan Covid-19 dan berbagai bencana yang melanda Kabupaten Batanghari.

Sekretaris Bakeuda Batanghari, Akmaludin mengatakan sampai Agustus 2021, dana itu sudah terserap sebesar Rp 7,2 miliar.

Seluruhnya dipakai untuk menangani masalah korona di Kabupaten Batanghari.

Ia menjelaskan, dana BTT paling banyak terserap untuk pembayaran pada bidang kesehatan Rp 2,2 miliar dan penanganan Covid-19 sejumlah Rp 4,9 miliar.

“Sisa Rp 855 juta. Sampai saat ini yang mengajukan dari Dinas Kesehatan dan dari BPBD bisa mengajukan tergantung kebutuhan misalnya bisa digunakan untuk bencana alam, kebakaran hutan dan banjir. Jika ada permohonan pengajuan BTT kita proses sesuai kebutuhan jika terjadi bencana,” kata Akmaludin selaku Sekretaris Badan Keuangan Daerah Kabupaten Batanghari, Senin (6/9/2021).

Dikatakan dia pada 2020 pihaknya telah menganggarkan Rp 47.9 miliar dengan asumsi bahwa semua kegiatan Covid-19 berada pada anggaran BTT ini namun tahun ini kegiatan Covid-19 sudah tersebar ke suluruh SKPD terkait karena sudah terukur kegiatan apa yang direncanakan.

“Kegiatan pada 2020 belum terukur ini namanya bencana tapi 2021 sudah terukur apa saja kegiatannya makanya kita geser ke seluruh SKPD terkait,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Batanghari Akan Tambah Lampu PJU, Sasar Wilayah Desa Terpencil

Dana BTT sebesar Rp 8 miliar tersebut bisa digunakan untuk apa saja sepanjang itu bencana.

“Jika kebutuhannya masih dibutuhkan besar dari anggaran tersedia maka diperubahan nanti kita estimasi lagi ulang apakah perlu ditambah atau tidak,” ucapnya.

Biasanya kalau ada penambahan ia berujar akan adakan rapat internal antara Bakeuda dengan OPD terkait untuk menghitung estimasi kebutuhan.

Pada September ini masuk musim penghujan, dengan hitungan estimasi rapat internal dapat dipastikanapakah perlu penambahan atau tetap seperti itu.

Walaupun ada penambahan pihaknya belum bisa memastikan angka itu karena secara teknis BPBD yang mengetahui.

“ketika ada bencana banjir butuhnya berapa ketika kebakaran butuhnya berapa biasanya ada estimasi termasuk juga untuk Covid-19. Kegiatan di SKPD sudah terukur kalau diluar dugaan misalnya ada membuming dan membludak Covid-19 itu lain lagi penanganannya bisa disitu juga ambilnya,” pungkasnya.

Baca juga: Masih Ribuan ASN di Pemkab Batanghari Belum Divaksin Covid-19

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved