Breaking News:

Kisah Syeh Arifin

Syeh Arifin Ulama di Desa Teluk Majelis Jambi, Dikenal Perjuangannya Melawan Belanda

Syeh Arifin seorang ulama terkenal di Desa Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur juga terkenal akan kisahnya melawan Belanda

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Masyarakat berziarah ke makam Abah Unggal. Syeh Arifin Ulama di Desa Teluk Majelis Jambi, Dikenal Perjuangannya Melawan Belanda 

TRIBUNJAMBI, MUARA SABAK - Syeh Arifin (Abah Unggal atau Ami Unggal), seorang ulama terkenal di Desa Teluk Majelis, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, juga terkenal akan kisah karomah semasa hidupnya. 

Dari beberapa kisah yang beredar, terkait perjalanan dan keistimewaan yang di miliki oleh Syeh Arifin sendiri sudah santer terdengar di masyarakat Tanjung Jabung JTimur.

Bahkan sebagian kisahnya dan peninggalan kitabnya sudah tersimpan rapi di kearsipan daerah Tanjung Jabung Timur

Keistimewaan karomah dimiliki Abah Unggal ini saat perannya menghadapi pasukan penjajah Belanda yang pada saat itu tengah bersiap untuk memporak porandakan Desa Teluk majelis dengan kapal perang dan meriam meriam mereka.

Abdurrahman Cucu Syeh Arifin dari anak pertamanya bercerita, ketika pasukan Belanda tiba di perairan Teluk Majelis, dan bersiap untuk membumi hanguskan pemukiman pribumi dengan meriam meriam dan senjata mesin mereka, dengan kuasa Allah ketika senjata tersebut siap untuk di gunakan tidak satupun senjata yang mampu memuntahkan amunisinya (ngadat) hingga beberapa kali percobaan. 

Saat meriam meriam penjajah tersebut diarahkan ke seberang kampung, yang merupakan tanah kosong meriam tadi mampu memuntahkan amunisinya. Setelah diarahkan ke kampung Teluk Majelis lagi lagi meriam tersebut ngadat. 

Dengan kondisi tersebut, tanpa pertumpahan darah pasukan penjajahan (yang diketahui peralihan dari penjajah Belanda ke Jepang kala itu) dengan sendirinya perlahan mundur dan meninggalkan perkampungan Teluk majelis (yang dahulu daerah tersebut masih Muara Sabak) dan melanjutkan peperangan mereka di kawasan yang saat ini di kenal dengan Kuala Jambi. 

Sebelum para penjajah tadi tiba di perkampungannya, lebih dahulu Abah Unggal ini meminta warga untuk mengungsi jauh ke dalam hutan karena akan ada penjajah yang datang.

Ketika semua warga mengungsi, Abah Unggal tetap berada di desa dan seorang warga yang diketahui merupakan cucu saudara Syeh bernama Sayid Muhammad Al Jufri. Di mana cucu itu masih berusia remaja. 

"Nah, keterangan cucu saudara beliau tadilah menjadi saksi bagaimana Syeh Arifin menghadapi penjajah. Menurut ceritanya, Syeh Arifin tidak berperang atau menghalau dengan senjata hanya berjalan jalan di pinggir kampung saja bersama sang cucunya saat pasukan penjajah berupaya membumi hanguskan kampung Teluk Majelis," ujar Abdurrahman Cucu Syeh Arifin dari anak pertamanya. 

Dalam cerita lain, juga dikisahkan bahwa saat penjajah tiba ke kawasan Desa Teluk Majelis para penjajah seakan tidak melihat ada sebuah kampung besar yang berada di pinggiran Sungai Batanghari. Sehingga para penjajah berlalu. 

Ada pula kisah menyebutkan melalui karomahnya Abah Unggal menutup pandangan mata penjajah saat melintas Teluk majelis.

Namun, menurut guru (sapaan cucu Syeh Arifin) itu kejadian lain ketika kampung teluk majelis akan dirampok oleh perampok ulung. Sehingga kampung tersebut tersamarkan dan tidak terlihat di mata perampok. 

"Banyak lagi beberapa keistimewaan Abah Unggal yang terekam jelas dikalangan masyarakat, atau yang disebut masyarakat dengan istilah karomah," pungkasnya.

Baca juga: Kisah Syeh Arifin Tokoh Agama Tersohor di Teluk Majelis Jambi, Terkenal Karomahnya

Baca juga: Kisah Sukitman, Polisi yang Saksikan Kekejaman PKI Habisi 7 Jenderal di Lubang Buaya

Baca juga: Jumat Berkah Berbagi Ala Pengusaha Muda di Tanjung Jabung Timur

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved