Breaking News:

Berita Batanghari

Petani Sawit di Pemayung Batanghari Rugi Besar, Buah Restan 20 Persen Akibat Musim Hujan

Berita Batanghari, Para petani sawit di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi mengeluh di tengah musim penghujan awal September ini.

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Petani sawit di Pemayung saat memuat buah sawit ke truk. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Para petani sawit di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari mengeluh di tengah musim penghujan awal September ini.

Akibat dari intensitas hujan yang begitu sering, maka sejumlah infrastrukstur jalan menjadi sangat sulit dilalui.

Diketahui lahan pertanian kelapa sawit di Kecamatan Pemayung pada umumnya 80 persen menempuh jalan tanah.

Bahkan akibat kendala ini, rata-rata petani sawit di Pemayung mengalami rugi besar, lantaran tingginya buah restan.

Petani Kelapa Sawit Desa Serasah Kecamatan Pemayung, Rizal (31) mengakui sebelumnya ia bisa memanen Tandan Buah Segar (TBS) Sawit sebanyak 2 ton sampai 2.5 ton dari lahan seluas 6 hektare dengan umur pohon diatas 10 tahun.

Disebabkan musim penghujan maka ia menunda pengangkutan TBS dari lokasi kebun ke tempat pembongkaran buah sawit.

“Karena ada keterlambatan mengangkut TBS dari lokasi menuju jalan as. Jadi, TBS yang kita panen buahnya menjadi restan 20 persen dari jumlah buah sawit yang di panen,” kata Rizal (31) selaku Petani Kelapa Sawit Desa Serasah Kecamatan Pemayung, Sabtu (4/9/2021).

Ia mengalami kerugian karena buan sawit yang ia panen mengalami penyusutan dan tak lagi jadi TBS.

“Yang namanya TBS, panennya pagi, sore hari nya bisa dibongkar. Kalau sekarang panennya hari ini bongkarnya besok itu pun kalau cuaca bagus,” ujarnya.

Rizal mengatakan kerugian muncul dari kilogram karena ada penundaan selama satu hari untuk pengangkutan.

Misalnya petani bisa menghasilkan 1 ton pasti hasilnya menyusut menjadi 900 kilogram akibat cuaca hujan.

Sementara untuk pertumbuhan buah sawit kata dia pada musim penghujan ini menjadi segar dan bagus.

“Hujan kali ini lebih bagus dan segar karena banyak menyerap air. dompet-dompet yang berada di atas cepat berkembang mengelilingi batang sawit. Selain itubuntuk pemupukan tetap diberikan 4 bulan satu kali. Saat ini kesadaran petani sudah meningkat,” ucapnya.

Baca juga: Tahun Ini 1.600 Hektare Lahan Sawit Warga Muarojambi Sudah Replanting

Baca juga: Harga TBS Kelapa Sawit di Jambi Alami Penurunan Sebesar Rp. 31,26 per Kg, Daftar Lengkap Harga TBS

Baca juga: Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani Apresiasi PTPN VI Gelar Peremajaan Sawit Rakyat

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved