Breaking News:

Berita Jambi

Pompanisasi Jadi Cara Petani di Jambi Atasi Lahan Terendam Banjir Saat Musim Hujan

Berita Jambi, Pompanisasi di lahan pertanian yang tergenang banjir menjadi solusi ampuh yang digunakan petani dalam menyelesaikan masalah banjir

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Monang
Kepala UPTD BPTPH Jambi, Farda Sofian Simanjuntak 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pompanisasi di lahan pertanian yang tergenang banjir menjadi solusi ampuh yang digunakan petani dalam menyelesaikan masalah banjir.

Kepala UPTD BPTPH Jambi, Farda Sofian Simanjuntak menyatakan, puso akibat banjir dapat dicegah dengan cara pompanisasi.

Pompanisasi sendiri merupakan langkah yang mana air menggenang dibuang dengan membuat saluran air. Sebagian daerah, ungkap Farda ditampung ke dalam sumur suntik.

Sumur suntik sendiri merupakan sumur penyimpanan air, yang mana Ketika di wilayah tersebut berlimpah air maka sumur itu akan menampung air dari banjir di lahan pertanian.

Ketika kekeringan nantinya air di dalam sumur itu bisa digunakan untuk menyiram tanaman.

Farda menjelaskan, saat ini sumur suntik di Jambi ada sebanyak 10 unit. Sumur itu tersebar di beberapa daerah seperti, Kabupaten Tanjab Barat, Tanjab Timur, Bungo, Sarolangun, dan Merangin.

"Kemudian, untuk mensiasatinya, kami melakukan pergeseran jadwal tanam. Karena ini sangat rentan. Biasanya petani itu langsung menyemai benih, kalau petani posisinya menyemai dan limpahan air banyak, maka tanaman yang bertahan adalah tanaman yang berumur 1-2 hari saja. Lewat dari itu dipastikan puso," ungkap Farda, Sabtu (4/8/2021).

Kemudian laporan yang ia peroleh, dari Januari-Agustus, tercatat tanaman yang mengalami puso hanya 2,5 persen dari keseluruhan lahan pertanian di Jambi.

Dan saat ini, dari data Agustus luas lahan yang pihaknya pantau saat ini ada sebesar 764 ha.

"Dan secara nasional tingkat puso di daerah tidak boleh lebih dari 5 persen. Alhamdulilah kita masih bisa mengatasi sehingga puso hanya 2,5 persen untuk saat ini," katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan umur tanaman di atas 15-45 hari masih bisa diselamatkan.

"Kalau di atas itu maka dipastikan puso," tambahnya.

Ia mengatakan, dengan pompanisasi yang dilakukan petani, banjir lahan bisa diatasi. Dan waktu banjir biasanya selama 3-4 hari.

Baca juga: Januari-Agustus Dinas Pertanian Provinsi Jambi Catat Ratusan Hektare Lahan Pertanian Terkena Banjir

Baca juga: Ribuan Hektare Sawah di Provinsi Jambi Gagal Panen Akibat Banjir, Terparah di Kabupaten Batanghari

Baca juga: Faktor Alam Jadi Kendala Buat Sawah-sawah di Sarolangun Gagal Panen

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved