Breaking News:

Viral Warga Tanjung Muarojambi Usir Orang yang Mengaku Ahli Waris Lahan yang Telah Dibangun Madrasah

Berita Muarojambi-Beredar video perdebatan dan pengusiran oleh warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
istimewa
Beredar video perdebatan dan pengusiran oleh warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Beredar video perdebatan dan pengusiran oleh warga Kelurahan Tanjung, Kecamatan Kumpe Ilir, Kabupaten Muarojambi terhadap orang yang mengaku ahli waris yang mencoba ambil lahan hibah yang telah dibangun madrasah di Kelurahan tersebut.

Dalam video pengusiran terhadap yang mengaku ahli waris atas hibah lahan yang telah dibangun madrasah itu viral di media sosial terjadi pertikaian antara warga setempat.

Pada video itu terdengar teriakan sejumlah warga melakukan pengusiran kepada orang yang mengaku ahli waris kepemilikan lahan yang telah dibangun madrasah tersebut.

"Ini istrinya ngaku-ngaku, ini bapaknya pergi pergi, hadang hadang jangan bagi jalan dan ini pengacaranya, balek,  balek," teriakan warga kepada ahli waris tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Kemenag Kabupaten Muarojambi Buhri melalui Kasi Madrasah di Kemenag Muarojambi Muhsin saat dikonfirmasi mengakui sudah melihat video yang lagi viral itu.

Kata, Muhsin, video viral itu terjadi di Kelurahan Tanjung Kecamatan Kumpeh Ilir Kabupaten Muarojambi beberapa waktu lalu.

Setelah video tersebut viral, dirinya sudah menghubungi Kepala Madrasah DTA Nurul Falah Kelurahan Tanjung.

Dari keterangannya, bahwa madrasah tersebut sudah berdiri puluhan tahun silam, menurut warga sekitar lahan yang dibangun madrasah itu telah diwakafkan ke Lurah Tanjung, di lahan itu juga ada SD dan Musola, namun SD dan Musola sudah ada ikrar wakafnya.

"Sementara kepemilikan lahan yang dibangun madrasah itu belum diikrarkan, namun untuk surat-suratnya kemungkinan ada di Kantor Lurah, karena itu sudah jadi aset Kelurahan Tanjung," kata Muhsin saat dikonfirmasi Jum'at (3/9/21).

Dari informasi yang didapatkan, yang mengaku ahli waris tersebut bernama Firdaus, beliau telah melaporkan ke Polda Jambi bahwa tanah yang dibangunan Madrasah Diniyah itu adalah miliknya.

Setelah melapor, beberapa waktu lalu ahli waris langsung turun mengukur lahan itu, melihat kejadian itu masyarakat sekitar menyangka hendak digusur lahan yang telah dibangun madrasah tersebut.

"Melihat itu, spontan masyarakat ramai-ramai melakukan pengusiran, tapi sekarang masih dalam proses penyelesaian, mudah-mudahan kasus ini cepat diselesaikan," tuturnya.

Sementara Lurah Tanjung Roni saat dikonfirmasi, mengakui lahan yang dibangun madrasah itu sudah memiliki surat hibah dari pihak pertama pada tahun 1975 silam.

"Surat hibahnya sudah ada untuk lahan yang dibangun madrasah itu, serta untuk SD satu hamparan," tutupnya.

(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin) 
 

Baca juga: Tahun Ini 1.600 Hektare Lahan Sawit Warga Muarojambi Sudah Replanting

Baca juga: VIDEO Viral Polisi PJR Beri Uang ke Remaja yang Tinggal di Kolong Jembatan Tol

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved