Breaking News:

Penangkapan Sabu di Jaluko

Terus Selidiki Kasus Narkoba Ayah dan Anak Kandung di Jaluko, Polisi Kantongi Identitas Pelaku Lain

Berita Jambi-Kali ini, petugas menyelidiki satu orang berinisial AR yang diduga sebagai pemilik sabu-sabu, yang dijual oleh anak dan ayah di Jaluko

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Nani Rachmaini
ARYO TONDANG/TRIBUNJAMBI.COM
Nekat menjadi pengedar narkotika jenis sabu-sabu, seorang anak dan ayah kandung di Desa Mendalo Laut, Jaluko, Muaro Jambi, diringkus 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Tim Opsnal Ditresnarkoba Polda Jambi terus lakukan penyelidikan terkait kasus narkotika jenis sabu-sabu, yang menjerat seorang anak dan ayah kandung di Desa Mendalo Laut, Jaluko, Muaro Jambi, pada Jumat (20/8/2021) pukul 22.00 WIB.

Kali ini, petugas menyelidiki satu orang berinisial AR yang diduga sebagai pemilik sabu-sabu, yang dijual oleh anak dan ayah di Jaluko tersebut.

Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes PolThomas Panji Susbandaru mengungkapkan, dari keterangan tersangka, barang bukti sebesar 5 gram sabu-sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial AR.

"Tim kita sedang bergerak di lapangan, dan sedang melakukan penyelidikan lebih dalam terkait keberadaan AR ini," kata Thomas, Jumat (3/9/2021) sore.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang anak dan ayah kandung di Desa Mendalo Laut, Jaluko, Muaro Jambi, diringkus Ditresnarkoba Polda Jambi, ditangkap polisi, lantaran nekat menjadi pengedar sabu-sabu.

Keduanya yakni, Raden Hendriyanto (48) bersama anaknya bernama Ari Permana (28). Mereka ditangkap di kediamannya, pada Jumat (20/8/2021) pukul 22.00 WIB.

Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Thomas Panji Susbandaru mengatakan, keduanya merupakan pengedar sabu-sabu bersenjata api, jaringan Kota Jambi.

Pasalnya, pada saat penangkapan, petugas amankan satu pucuk senjata api rakitan jenis Revolver, lengkap dengan 6 butir amunisi senjata api rakitan model paku tembak.

Kemudian satu paket sabu-sabu, satu unit timbangan digital, sepeda motor hingga sejumlah handphone yang digunakan kedua tersangka.

Untuk menjalankan bisnis haram tersebut, kata Thomas, kedua pelaku memiliki peran yang berbeda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved