Breaking News:

Harga Cabai Anjlok

LPP PBNU Soroti Sikap Pemerintah Tentang Impor Cabai Sebabkan Harga Anjlok

LPP PBNU menyoroti sikap pemerintah yang melakukan impor cabai pada saat petani akan panen. Saat ini harga cabai anjlok

Penulis: Monang Widyoko | Editor: Rahimin
tribunjambi/vira ramadhani
Pedagang cabai di pasar tradisional Kota Jambi. LPP PBNU Soroti Sikap Pemerintah Tentang Impor Cabai Sebabkan Harga Anjlok 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lembaga Pengembangan Pertanian Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LPP PBNU) menyoroti sikap pemerintah yang melakukan impor cabai pada saat petani kita akan panen.

Pasalnya, hal itu menyebabkan anjloknya harga cabai di tingkat petani.

Sempat ramai pada pekan lalu, petani nekat membakar tanaman cabainya hingga menggratiskan hasil panennya.

Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengungkap, hal itu bisa saja terjadi karena harga jual cabai di petani sangat rendah, untuk saat ini harganya Rp 4.000-5.000 per kilogram (kg).

Ketua LPP PBNU H Al Amin Nur Nasution mengatakan, pihaknya menerima laporan para petani melalui rekan-rekan LPP NU di tingkat cabang di Jawa Timur pekan lalu yang mengeluhkan harga cabai Rp 4500, bahkan ada yang hanya Rp 3000 per kilogram.

"Turunnya harga cabai saat ini tidak terlepas dari banyaknya cabai yang ada di pasaran, Hukum Pasar berlaku barang melimpah harga turun, namun sebagian besar cabai ini berasal dari impor dari China, Malaysia, Australia, juga Spanyol," katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, sepanjang Januari-Juni 2021 terjadi peningkatan impor cabai, jika dibandingkan dengan impor cabai periode yang sama tahun lalu.

Impor cabai sepanjang semester pertama tahun 2021 sebanyak 27.851,98 ton dengan nilai US$ 59,47 juta.

Angka ini lebih tinggi daripada impor pada semester pertama tahun 2020 yang hanya sebanyak 18.075,16 ton dengan nilai US$ 34,38 juta.

"Cabai yang diimpor pemerintah pada umumnya adalah cabai merah, termasuk juga cabai rawit merah," kata Al Amin Nur Nasution.

Untuk itu, LPP PBNU alangkah eloknya pemerintah tidak mengimpor cabai maupun hasil-hasil pertanian lainnya, apalagi jika hasil pertanian dapat dipasok oleh petani di dalam negeri untuk mencukupi kebutuhan nasional yang di pasok saat akan panen pula.

LPP PBNU mendorong pemerintah agar kebijakan yang dikeluarkan dapat membentengi dan membela rakyat kecil, termasuk petani.

"Jangan sampai harga jual anjlok ketika musim panen tiba, kasihan petani kita, kalau tengkulak gak ada ruginya tetapi imbasnya ke petani juga" ujarnya.

Baca juga: Resep Sambal Geprek Mantap, Gunakan Cabai Rawit Setan Merah

Baca juga: Pasokan dari Jawa dan Bengkulu Berkurang, Harga Cabai Rawit di Jambi Naik Rp 6.000

Baca juga: Pakar Ekonomi Sebut Impor Cabai Tak Boleh Dilakukan Jika Pasokan Mencukupi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved