Breaking News:

Berita Tanjabtim

28 BUMDes di Tanjabtim Masih Vakum, Ini Penyebabnya

Puluhan BUMDes di Tanjabtim terkesan tidak aktif. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi baik itu karena memang belum beroperasi hingga pandemi...

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Sebanyak 73 desa dari 11 kecamatan di Tanjabtim, masih menyisakan 28 Badan Usaha Milik Daerah (BUMDES) lagi hingga kini belum berkontribusi.

BUMDes di Tanjabtim, masih ada beberapa desa yang belum aktif bahkan terkesan vakum.

Kabid Pemberdayaan Masyarakat Desa Tanjabtim, Zulfahmi mengatakan, terkait kondisi Bumdes di Tanjabtim ada beberapa faktor yang mempengaruhi baik itu karena memang belum beroperasi hingga persoalan Pandemi.

"Memang ada beberapa juga yang tidak berjalan PMD sendiri hanya bisa memberikan masukan dan pembinaan namun yang memutuskan tetap pihak desa," ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Dari total 73 Bumdes yang ada di Tanjabtim sendiri, semua Desa sudah terbentuk namun belum semua berjalan, bahkan ada yang baru hanya sebatas penyertaan modal.

"Data terbaru bumdes kita dari 73 Desa yang ada, yang aktif jumlahnya 45 Desa sementara 28 diantaranya tidak dan belum aktif," jelasnya.

Untuk jenis ataupun model usaha yang dijalani Bumdes, banyak sisi. Mulai dari sektor perdagangan, toko, jasa sewa, hingga wisata.

Memang ada beberapa bumdes yang dinilai kurang efektif dalam pemilihan model usaha mereka, seperti salah satu bumdes yang membuka usaha sewa tenda.

Namun usaha tersebut belum berjalan maksimal mereka harus mengeluarkan uang setiap bulan untuk membayar sewa tempat tenda.

"Kondisi tersebut bukan menguntungkan malah terkesan mines," tuturnya.

Untuk wisata sendiri saat ini Bumdes Majelis Hidayah masih dalam tahap pengembangan pengembangan. Namun sejauh ini respon Desa masih belum ada.

"Kita hanya memberikan masukan namun yang menentukan tetap Desa," tambahnya.

Terkait Bumdes yang fokus akan potensi hasil laut, saat ini Dinas PMD belum melihat ada bumdes yang fokus mengarah ke sektor tersebut.

"Namun beberapa bumdes sudah mengarah ke sektor yang lebih besar, sebut saja seperti bumdes Desa Bukit Tempurung. Yang tengah mengembangkan sektor pasar desa," jelasnya.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Tebo Aivandri Minta Dinas PMD Tebo Evaluasi BUMDes Yang Tak Berjalan

Baca juga: Tata Kelola Dana BUMdes di Batanghari Masih Ada Melawan Hukum, Dinas PMD Imbau Selalu Koordinasi

Baca juga: Puluhan BUMdes di Batanghari Mati Suri, Dinas PMD Sudah Lakukan Monitoring dan Sosialisasi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved