Breaking News:

Berita Muarojambi

Telan Dana Miliaran Rupiah, Pabrik Pengolahan Ikan di Muarojambi Tujuh Tahun Tidak Beroperasi

Berita Muarojambi-Pabrik yang telah dibangun menggunakan anggaran dari APBN senilai Rp 7,1 miliar itu, kini sudah mulai rusak.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Nani Rachmaini
HASBI SABIRIN/TRIBUNJAMBI.COM
Pabrik pengolahan ikan di Kemingking yang sudah tak beroperasi selama tujuh tahun 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Gedung Industri pengelolaan ikan patin atau processing fish, yang berdiri di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muarojambi hingga kini belum beroperasi.

Untuk diketahui, pabrik yang telah dibangun menggunakan anggaran dari APBN senilai Rp 7,1 miliar itu, kini sudah mulai rusak.

Gedung pabrik unit pengolahan fillet ikan patin dan tepung ikan berlokasi di Desa Kemingking Dalam, Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muarojambi itu diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo pada tahun 2012 lalu.

Pada peresmian pabrik itu, dihadiri oleh Gubernur Jambi yang saat itu masih dijabat oleh Hasan Basri Agus, dan Bupati Muarojambi dijabat oleh Burhanuddin Mahir.

Diluncurkan pabrik fillet patin di wilayah Kabupaten Muarojambi waktu itu, guna terciptanya mata rantai sektor hulu sampai hilir yang mendukung upaya-upaya percepatan industri perikanan nasional.

Karena Muarojambi memiliki kawasan budidaya ikan patin yang mumpuni untuk dijadikan produksi pengelolaan fillet daging ikan patin kepada pasaran.

Berdasarkan penulusuran tribunjambi.com, pabrik processing fish di Desa Kemingking Dalam itu dibangun di atas lahan hibah dari pemerintah Kabupaten Muarojambi, yang memiliki luas lahan 10.000 M2, dan sudah tidak terawat dan tidak terkelola dengan baik.

Bangunan pabrik yang tidak jauh dari jalan poros Desa Kemingking itu kondisi gedung dan fasilitasnya pun kini sudah banyak yang rusak serta lingkungan sekelilingnya sudah ditumbuhi rumput liar serta semak belukar.

Menurut pengakuan Kepala Desa Kemingking Dalam Anang Fahri, yang berhasil Tribun wawancarai, mengakui pabrik processing fish itu sudah tujuh tahun tidak beroperasi.

Ia juga menilai bangunan pabrik itu terkesan sebagai monumen jika tidak dikelola dengan baik.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved