Breaking News:

Berita Tanjabtim

Pasokan Beras di Tanjabtim Overload, Petani Keluhkan Harga Beras Rp 7.500 Per Kg

Pasokan Beras di Tanjabtim Overload, para petani saat ini juga menjerit soal harga beras yang hanya Rp 7.500 per kilogram.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Petani di Tanjabtim saat ini juga menjerit soal harga beras yang hanya Rp 7.500 per kilogram. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Pasokan beras di Kabupaten Tanjabtim terbilang banjir, pemerintah melakukan beberapa terobosan untuk menghindari kerugian petani.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanjabtim, Idris melalui Kabid Distribusi Pangan, Nandang Agus Salim mengatakan, selain hasil produksi yang overload, para petani saat ini juga menjerit soal harga beras yang hanya Rp 7.500 per kilogram.

"Beras untuk ASN dan Aparatur Desa juga belum cukup untuk menyerap produksi yang ada saat ini, hanya sebagian kecil. Beras ASN dan Aparatur Desa hanya mampu menyerap per bulannya sebanyak 32 ton per bulan, atau sekitar 360 ton per tahun," katanya, Rabu (1/9/2021).

Kemudian pihaknya juga melakukan langkah lainnya, seperti bekerjasama dengan Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Tanjabtim mengajak pihak Dinas Sosial dan Bulog dalam program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan bantuan sosial berupa beras untuk mengambil beras lokal Tanjabtim.

"Alhamdulillah itu sudah berjalan sejak Januari sampai sekarang. Sampai dengan sekarang beras yang sudah terserap sekitar 380 ton untuk BPNT. Tapi belum semua kecamatan program BPNT yang menggunakan beras lokal, karena masih ada peran Bulog di sana," ungkapnya.

Kemudian langkah upaya yang akan dilakukan, pihaknya harus berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk berkoordinasi dengan Bulog untuk menerima beras hasil produksi petani. Namun lagi-lagi pihaknya terkendala dengan kualitas beras yang belum sepenuhnya yang diharapkan oleh pihak Bulog.

"Tentunya dengan itu lah kami harus bekerja keras bagaimana untuk memenuhi alat mesinnya dan juga SDM nya yang bisa menghasilkan kualitas beras sesuai harapan pasar," sebutnya.

Dilanjutkannya, selain itu pihaknya juga pernah menginisiasi ke salah satu produsen beras terbesar di Jambi untuk menawarkan beras petani Kabupaten Tanjabtim, tapi sampai saat ini belum juga ada tanggapannya maupun realisasinya.

"Namun secara mandiri para petani kita menjual juga ke Jambi, tapi belum continue. Memang masih kecil apa yang bisa kita serap, dan baru sedikit yang bisa kami upayakan," sebutnya.

"Mudah-mudahan ada langkah ke depan seiring dengan perbaikan kualitas beras ditingkat petani kita," harapnya.

Baca juga: Nissa Sabyan Kompak Suntik Vaksin Bareng Ayus, Netizen: Go Publik

Baca juga: 82 Persen Profesi Masyarakat Batanghari Sebagai Petani, Fadhil Arief: Petani Harus Lebih Sejahtera

Baca juga: Produksi Ikan Patin di Kumpeh Muarojambi Capai 8 Ton Sehari, Petani Keluhakan Harga Jual Rendah

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved