Breaking News:

Kepala SMAN 9 Tanjabtim Diperiksa Kejari Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS

Diduga melakukan korupsi dana BOS tahun anggaran 2020, Kepala SMAN 9 Tanjabtim diperiksa oleh jaksa Kejari Tanjabtim.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kasi Pidsus Kejari Tanjabtim, Renold saat press rilis kasus dugaan korupsi dana BOS Kepala SMAN 9 Tanjabtim. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Kejari Tanjabtim memeriksa Kepala SMAN 9 Tanjabtim terkait dugaan korupsi dana BOS tahun anggaran 2020.

Beredar kabar Kepala SMAN 9 Tanjabtim, terlibat kasus tindak korupsi dana BOS pada tahun anggaran 2020 lau.

Diduga dari hasil uang korupsi dana BOS tersebut, Kepala SMAN 9 Tanjabtim tersebut, mencapai angka Rp 197 juta.

Hal tersebut semakin diperkuat dengan keterangan pihak Kasi Pidsus Renold mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan awal terhadap kasus itu.

"Dari hasil penyelidikan awal tersebut, ditemukan hasil audit dari BPK. Dan berdasarkan keterangan Kepala sekolah bersangkutan hasil audit tadi sudah dilengkapi, dan kita masih menunggu hasil jawaban dari BPK Terkait beberapa temuan dana BOS tahun 2020 tadi," ujarnya, Rabu (1/9/2021).

Lanjutnya, yang menjadi temuan sendiri bukan terkait kerugian negara atau sebagainya.

Hanya saja kelengkapan administrasi dan beberapa SPJ yang belum dilengkapi oleh pihak sekolah SMAN 9 Tanjabtim.

"Dan ada beberapa pilihan, sekarang kita masih menunggu rekomendasi dari pihak BPK tadi seperti apa kelanjutannya," jelasnya.

Lebih lanjut, saat ini pihaknya juga sudah melakukan penyelidikan dan meminta keterangan yang bersangkutan. Selain kepala sekolah yang bersangkutan juga bendahara komite sekolah juga sudah kita panggil.

Baca juga: Diduga Korupsi Dana Desa, Tujuh Warga Bungo Diperiksa Kejari

Baca juga: Bendahara SD di Kuala Tungkal Dihukum Penjara dan Denda karena Menyalahgunakan Dana BOS

Baca juga: Kepsek di Tanjab Barat Dituntut 1,8 Tahun Penjara, Kasus Korupsi Dana BOS

Sementara itu, Kepala sekolah SMA Negeri 9 Tanjung Jabung Timur Aguszuar membantah terkait dugaan tindak korupsi yang menyeret namanya tersebut.

"Bahwa kabar tersebut tidak benar adanya, saya memang pernah diperiksa oleh BPK provinsi jambi. Hasil dari pemeriksaan tersebut di temukanlah kesalahan SPJ sebesar Rp 27 juta, dan uang tersebut telah dikembalikan ke inspektorat jambi," jelasnya.

Terkait pemanggilan dari Kejari Tanjab Timur, perihal perkara yang sama saat ini dirinya mengaku telah dipanggil pihak Kejari Tanjabtim sebanyak dua kali untuk dimintai sebatas keterangan.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved