Breaking News:

Editorial

Anak-anak Dalam Pusaran Kriminalitas, Siapa yang Salah?

Dua hari ini, aparat kepolisian di Jambi meringkus pelaku kriminal. Kasus terbaru, remaja berinisial PJ alias U (15) diduga sebagai kepala kelompok ge

Penulis: Rahimin | Editor: Deddy Rachmawan
tribunjambi/aryo tondang
Dua pelajar komplotan geng motor di Kota Jambi saat press rilis di Polsek Telanaipura. 

Dua hari ini, aparat kepolisian di Jambi meringkus pelaku kriminal, kasus narkoba dan geng motor.

Terkait narkotika, AP warga Kecamatan Muarojambi ditangkap bersama ayahnya RH (48). Anak dan bapak ini ditangkap karena sudah menjadi pengedar sabu.

Yang mengagetkan, keduanya juga terlibat kasus pencurian kendaraan bermotor dan memiliki senjata api ilegal untuk kejahatan.

AP berperan sebagai perantara jual beli serta menyiapkan perlengkapan untuk mengonsumsi sabu-sabu. Bapaknya, pengedar dan menyiapkan rumahnya sebagai base camp bagi pembeli.

Kasus terbaru, remaja berinisial PJ alias U (15) diduga sebagai kepala kelompok geng motor yang sering membuat keonaran di Kota Jambi.

Ia kerap terlibat aksi serangan geng motor bersenjata tajam di Kota Jambi.

Hasil pemeriksaan awal, ternyata PJ juga terlibat atas kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Ironis, melihat dua kasus di atas. Pasalnya pada usia sudah melakukan tindakan kriminal yang membahayakan orang lain. Pertanyaannya, siapa yang bersalah?

Dalam kasus yang pertama, ternyata sang bapak dan anak pelakunya. Padahal seharusnya orang tua berperan sangat penting mengawasi perkembangan anak ke arah positif.

Baik itu di dalam ataupun luar rumah. Bisa saja disebut, jika anak tersebut masih sekolah maka menjadi perhatian pihak sekolah. Namun, jika sudah berada di rumah, ini merupakan peran orang tua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved