Breaking News:

Berita Batanghari

82 Persen Profesi Masyarakat Batanghari Sebagai Petani, Fadhil Arief: Petani Harus Lebih Sejahtera

Bupati Batanghari meyakini petani harus lebih sejahtera, harus ada inovasi baru supaya produksinya optimal dan nilai tukar hasil pertanian

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
MUSAWIRA/TRIBUNJAMBI.COM
Muhammad Fadhil Arief selaku Bupati Batanghari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief mengungkapkan lebih dominan masyarakat di Kabupaten Batanghari 82 persen adalah berprofesi sebagai petani.

Ia menyakini petani di Batanghari harus lebih sejahtera, berarti harus ada inovasi baru supaya produksinya optimal dan nilai tukar hasil pertanian meningkat.

Di saat menyusun anggaran, menurut dia penanganan kesehatan tetap dianggarkan namun porsi anggaran ke depan beda dengan tahun ini.

“Bertolak dari RPJMD kita punya tema pada 2022 'Sinergitas Dalam Akselerasi Pembangunan Daerah' dalam artian bahwa ada dua tahun terjadi kontraksi ekonomi, bagaimana kita buat daya ungkitnya pada 2022. Semua kekuatan harus dikumpulkan. Semua stakeholder harus bergerak bersama,” kata Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief belum lama ini.

Tak bisa dipungkiri bahwa ia harus memikiri bagaimana birokrasi di Batanghari memudahkan investor masuk ke daerah ini. Dirinya akan terus memberikan informasi tentang keadaan Kabupaten Batanghari.

“Beberapa waktu lalu sudah datang dan mudah-mudahan bisa cepat berinvestasi di daerah ini. Kemudian kita sempat kenali potensi di wilayah kita,” ujarnya.

Produksi pertanian dengan beberapa sub sektor perkebunan, ada kelapa sawit, karet, ada tanaman pangan, sawah dan hortikultura, perikanan dan peternakan, ternyata produksinya belum optimal.

Apa penyebab produksi belum optimal? sebut Fadhil pertama petaninya tidak cukup berdaya, tidak cukup punya kemampuan untuk mengolah lahan atau produk yang mereka miliki.

“Ternyata mereka mempunyai biaya yang tinggi akibat dari infrastruktur yang kurang memadai ketika mereka pergi ke tempat pertaniannya. Dengan begitu distribusi memerlukan biaya tinggi. Pemkab mencoba bantu masyarakat dengan program yang jelas di tahun depan. Tahun depan kita akan mencoba membuat inovasi Penyuluh Tangguh,” katanya.

Penyuluh Tangguh kata dia akan hadir di tengah petani untuk mendampingi petani dalam rangka menambah ilmu, menambah keberdayaan petani dalam mengelolah produksinya.

“Kita ingin adaptasi ini lebih cepat dilakukan masyarakat Kabupaten Batanghari,” jelasnya.

Kabupaten Batanghari saat ini ruang fiskalnya sangat sempit dan tahun ini ada beban kegagalan bayar tahun lalu dari kepala daerah sebelumnya.

“Kita coba dengan melakukan pinjaman kepada pihak bank untuk mempercepat perbaikan infrastruktur,” ucapnya.

Berbicara pertanian, infrastrukturnya wajib, berbicara sawah irigasinya wajib. Apabila sektor hulu sudah bisa dibenahi 2022, maka akan meningkat ke 2023.

“Bagaimana petani sektor hulunya baik, kita coba membuat produk hilir menjadi baik dari hasil pertanian yang mereka miliki,” pungkasnya.

Baca juga: Fadhil Arief Perbarui RTRW Kabupaten Batanghari, Peluang Besar Bagi Investor

Baca juga: Profil Fadhil Arief Ketua DPW PPP Jambi, Solidaritas dan Intergitas Pengurus Jadi Pondasi Kokoh

Baca juga: Pemda Batanghari Kelabakan Tangani Covid-19, Fadhil Arief Minta Perusahaan Ikut Bantu

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved