Berita Bungo

PETI Batu Kerbau, Pendapatan Desa di Bungo Hilang Puluhan Juta Rupiah, 7 Lubuk Larangan Musnah

Berita Bungo-Warga Dusun Rantel Kecamatan Palepat Kabupaten Bungo kembali memprotes aktivitas PETI yang berada di hulu sungai Batang Palepat.

Penulis: Muzakkir | Editor: Nani Rachmaini
IST
Suasana saat razia PETI di Dusung Batu Kerbau Kabupaten Bungo beberapa waktu lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO -- Warga Dusun Rantel Kecamatan Palepat Kabupaten Bungo kembali memprotes aktivitas PETI yang berada di hulu sungai Batang Palepat.

Kesulitan air bersih hingga munculnya penyakit gatal-gatal tengah dirasakan oleh masyarakat di sana.

Inilah yang membuat masyarakat sangat mengutuk aktivitas PETI di Batu Kerbau yang menggunakan alat berat jenis eskavator.

Tak hanya itu saja. Puluhan juta rupiah pendapatan dusun dari hasil panen ikan di Lubuk Larangan setiap tahunnya kinipun ikut hilang semenjak PETI beraktivitas di hulu sungai Batang Pelepat.

Rio (kepala desa) Rantel, H. Badrul Aini kepada sejumlah awak media mengakui ada 7 lubuk larangan di dusunnya yang biasanya menghasilkan cukup banyak.

"Biasanya satu lubuk larangan itu bisa kita jual 7 juta sampai 10 juta Rupiah. Kita di sini punya 7 lubuk larangan. Kalau kini jangan cerita hasil bang, nol hasilnya," ucap H. Badrul Aini.

Dikatakan Badrul, semenjak adanya aktivitas PETI tersebut memang tidak ada sama sekali lubuk larangan itu.

Bahkan dirinya tidak tahu apakah ikan di sana masih bisa hidup apa tidak, sebab ada lagi air yang jernih.

"Jangankan lubuk larangan, ikan itu nian ntah ado ntah idak lagi di sungai Batang Pelepat ini," katanya.

Jikapun ada ikannya, H. Badrul meyakini ikan-ikan yang ada di dalamnya tidak tumbuh dengan baik.

"Adapun ikannya, paling kerdil-kerdil," imbuhnya.

Lalu bagaimana dengan habitat ikan semah di Sungai Pelepat yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Bungo selama ini?

H. Badrul pun mengaku cukup sedih, sebab tidak ada lagi yang dibanggakan pada sungai tersebut.

Untuk diketahui, aktivitas PETI di Batu Kerbau yang notabene berlokasi di sungai Batang Palepat sudah merajalela.

Puluhan alat berat masih terus beroperasi dengan bebas. Mereka beroperasi seolah tak takut dengan pihak kepolisian.

Sekedar untuk diketahui, lubuk larangan merupakan salah satu kearifan lokal kabupaten Bungo yang menjadi kebanggan masyarakat setempat.

Pasalnya, tidak banyak daerah yang bisa memiliki tempat budidaya ikan dengan cara dilepasliarkan di sungai seperti di Kabupaten Bungo. (*)

Baca juga: Kapolsek Pelepat Mengaku Capek Soal Aktivitas PETI di Batu Kerbau Bungo

Baca juga: PETI di Batu Kerbau Bungo Kembali Memanas, Warga Aliran Sungai Batang Pelepat Berontak

Baca juga: Sempat Berhenti Saat Kapolda Jambi Datang, Aktivitas PETI di Desa Batu Kerbau Kini Mulai Lagi

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved