Breaking News:

Berita Batanghari

Genjot PAD, Pemkab Batanghari Tahun Depan Mulai Mengembangkan Budidaya Ikan Gurami

Berita Batanghari, Pemkab Batanghari mulai mengembangkan budidaya ikan gurami guna menggenjot Pendapatan Asli Daerah pada 2022...

Penulis: A Musawira | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Tribunjambi/Wira
Roni selaku Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batanghari 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Batanghari sedang menggenjot PAD yang berasal dari penjualan benih atau Balai Benih Ikan (BBI).

Bupati Batanghari Muhammad Fadhil Arief memang lagi fokus terhadap BBI supaya sentra-sentra ikan menjadi ikon di Kabupaten Batanghari.

Hal ini diakui Roni selaku Sekretaris Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Batanghari, Selasa (31/8/2021).

“Ada tiga jenis ikan yakni ikan nila, lele dan ikan patin. Itu yang kita budidaya sekarang. Kita ada terget PAD sebesar Rp 97 juta karena saat ini pandemi Covid-19 diturunkan menjadi Rp 67 juta. Sampai saat ini sudah terealisasi 40 persen,” katanya.

Sejauh ini pihaknya mendatangkan indukan dari luar daerah. Maksimalnya indukan itu dibatas usia dua tahun.

“Hasil benih ini jual kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan penjualan benih ikan ada standarnya dan itu tergantung jenis ikan. Biasanya ukuran 2 cm sebab kalau dibawah itu resiko kematian lebih tinggi.

“Ke depan kita juga membudidayakan ikan gurami itu kita anggarkan tahun depan,” jelasnya.

Setidaknya ada 34 unit kolam dengan ukuran 12 cm x 24 cm, 8 cm x 10 cm dan 20 cm x 12 cm di lahan seluas dua hektare. Sudah difungsikan sejak 2006 yang lalu.

Kepala Seksi Pengelolaan Lingkungan dan Kesehatan Ikan, Anfardius mengatakan rata-rata yang beli dari kelompok tani namun belakangan ini banyak dari individu hampir 60 persen dari Kecamatan Muara Bulian.

“Minat beli masyarakat di sana sangat tinggi namun yang tak tahan mereka banyak meracuni ikan. Dahulu harga benih ikan disamakan dengan pembibitan ditempat lain. Saat ini benih ikan dijual Rp 250 jenis ikan patin, Rp 120 ikan nilan Rp 150-Rp 200 ikan lele dari ukuran yang terkecil,” ucapnya.

Sementara itu, BBI bisa menjual setiap hari dan setiap minggu tergantung stok yang ada karena setiap periode selalu produksi. Tapi berbeda ikan patin dan lele karena itu tergantung musim.

“Konsumsi masyarakat dengan ikan naik ini dibuktikan dari keramba swadaya dan kolam swadaya, kita menerima laporan seperti itu. Usulan dari masyarakat untuk pembuatan kolam meningkat. Sentra kolam ikan patin ada di Kecamatan Pemayung dan ikan nila di Kecamatan Muara Bulian. Ke depan akan dikembangkan untuk wilayah Kecamatan Muara tembesi,” pungkasnya.

Baca juga: Sekda Batanghari Optimis Pemkab Batanghari Mampu Kembalikan Pinjaman Rp 300 Miliar

Baca juga: Mendagri Apresiasi Pemkab Batanghari, Ini Sebabnya

Baca juga: Pemkab Batanghari Terapkan PPKM Level 3, Zona Risiko Wilayah Menjadi Patokan Membuat Keramaian

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved