Breaking News:

Berita Merangin

Perangkat Desa Koto Renah di Merangin Tak Digaji Sejak Pertengahan 2020, Ramai-ramai Lapor Polres

Berita Merangin-Perangkat Desa Koto Renah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin meradang akibat tidak terima gaji.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Nani Rachmaini
Tribunjateng/Widi
Ilustrasi. 

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Perangkat Desa Koto Renah, Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin meradang akibat tidak terima gaji.

Itu terjadi sejak pencarian tahap dua tahun 2020 hingga 2021.

Akibatnya, kondisi Pemerintahan Desa Koto Renah yang dipimpin Doni Espa tersebut menjadi terbangkalai.

Bahkan berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, Kades tersebut jarang berada di desa sehingga desa tidak terurus.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Koto Renah, Budi mengungkapkan jika gaji perangkat Desa mulai Sekretaris desa, Kaur, BPD, Kadus, hingga pengurus Masjid dan isentif guru ngaji tidak kunjung dicairkan.

Kata ketua BPD itu, tidak bergajinya perangkat itu terjadi sejak pencairan tahap dua 2020 belum diterima karena tidak dicairkan kepala desa.

"Tahun 2020 kemarin hanya gaji tahap pertama yang dibayar, selain itu Kades hanya memberikan pinjaman uang kepada sejumlah perangkat desa," ungkapnya, Senin (30/8/2021).

"Namun pinjaman itu tidak atas nama gaji atau honor dengan sumber dana yang tidak jelas. lalu untuk tahap dua dan tiga gaji perangkat desa tidak dicairkan," tambahnya.

Parahnya lagi, pada 2021 tak satu bulan pun gaji perangkat desa dicairkan oleh kepala desa. jika dihitung mulai Januari 2021 maka terhitung delapan bulan perangkat desa tak gajian.

"2021 kami belum pernah terima gaji sepeserpun dari januari sampai sekarang, jangankan untuk 2021 tahun 2020 lalu saja, gaji perangkat Desa masih kacau masih sangat banyak yang belum dibayar," kata Budi

Budi mengatakan, kondisi pemerintahan Desa Koto Renah saat ini sedang terbangkalai.

Dia berharap pada Pemerintah Kabupaten Merangin terutama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Merangin bisa mengatasi masalah yang dihadapi Masyarakat Desa Koto Renah.

Karena merasa sangat dirugikan, Perangkat Desa Koto Renah yang diwakilkan pada BPD melaporkan masalah tersebut ke Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Merangin, Senin (2/8/2020) lalu.

"Jadi setelah kami laporkan beberapa waktu lalu, hari ini kami dipanggil oleh Tipikor Polres Merangin mintai keterangan menyerahkan surat penggelapan Dana Desa, dan surat pernyataan kami," pungkas Budi. (Tribunjambi.com/ Darwin Sijabat)

Baca juga: Aset Desa Berupa TKD Senilai Rp 3,9 Miliar Berhasil Diselamatkan Kejari Merangin

Baca juga: Hari Pertama Kerja Sebagai Bupati Merangin Jambi, Mashuri Lakukan Hal Ini

Baca juga: Mashuri Buat Kepala OPD Cemas, Baru Dilantik Jadi Bupati Merangin Langsung Mau Rombak Kabinet

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved