Breaking News:

Program Food Estate di Kabupaten Muarojambi Belum Berjalan, Ini Kata Dinas Pertanian

Program Food Estate yang akan dikembangkan di aeral 6.000 hektare di Kabupaten Muarojambi hingga kini belum berjalan.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
(ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A)
Ilustrasi-Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) meninjau lahan yang akan dijadikan Food Estate atau lumbung pangan baru di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Kamis (9/7/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI-Program food estate berbasis korporasi petani di wilayah Kabupaten Muarojambi hingga kini belum berjalan.

Diketahui, food estate merupakan bagian program nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat untuk ketahanan pangan.

Meskipun pihak Pemerintah Kabupaten Muarojambi telah melakukan pertemuan dan rapat dengan Bappeda Provinsi, tetapi hingga kini belum ada wujudnya.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Muarojambi, Madong Butarbutar.

Ia menilai program food estate itu hanya program biasa dan belum ada perkembangannya.

Madong juga mengatakan, bila menu Dana Alokasi Khusus (DAK) juga belum bisa dikembangkan.

"Kita melihat belum ada wujudnya, sosialisasi kepada masyarakat juga belum kita lakukan, karena kita melihat tidak ada perkembangannya," kata Madong, Kamis (26/7/21).

Untuk diketahui, dari 11 Kecamatan di Kabupaten Muarojambi terdapat 6 Kecamatan yang masuk dalam pada program nasional pengembangan food estate berbaris korporasi petani.

Dari enam Kecamatan yang dijadikan lahan pengembangan food estate berbasis korporasi petani tersebut luas lahannya mencapai 6-7 ribu hektare, meliputi Kecamatan Kumpe Ulu, Kumpeh Ilir, Sungai Bahar, Sekernan, Muaro Sebo dan, Jambi Luar Kota.

Keenam Kecamatan tersebut ditetapkan berdasarkan intruksi surat edaran dari Kementrian Pertanian Republik Indonesia pada 26 Maret 2021 lalu.

"Pada program pengembangan food estate di Muarojambi ini akan menyasar pada berbagai komoditas, seperti jagung, kedelai kacang tanah, hingga komoditas prioritas seperti tanaman padi," tutupnya.

Baca juga: Selama PPKM Jambi, Bupati Muarojambi Keluarkan Kebijakan Pegawainya untuk WFH

Baca juga: Bandar Narkoba di Merangin Jambi Ini Ditangkap Polisi Saat Transaksi Sabu

Baca juga: Pemilik Kos di Kota Jambi Ditemukan Tewas Dalam Kamar, Awalnya Dikira Tidur

(Tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved