Anggota DPRD Tanjab Barat Ini Terlibat Kasus Pencurian Sawit Milik Makin Group

Anggota DPRD Tanjab Barat terlibat kasus pencurian buah sawit milik anak perusahaan Makin Group di Jambi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/fitri
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Kejaksaan Tinggi Jambi saat ini tengah meneliti berkas perkara tersangka kasus dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) milik anak perusahaan Makin Group.

Adapun perkara ini melibatkan pihak Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ) termasuk anggota DPRD Tanjab Barat, Budi Azwar.

Hal ini disampaikan oleh Kasi Penerangan Hukum, Lexy Ftharani saat di konfirmasi, Kamis (26/8).

Lexy menyebutkan bahwa pihaknya telah menerima berkas perkara kasus tersebut dari Polda Jambi pada pekan lalu dan saat ini berkas perkara tersebut tengah diteliti. 

"Saat ini kita masih meneliti isi berkas perkara tersebut. Kita terima berkas itu pada Jumat lalu," ungkapnya. 

Lebih lanjut disampaikannya bahwa penelitian berkas dilakukan untuk melihat berkas tersebut apakah sudah lengkap atau belum.

Sementara, Penyidik Ditreskrimum Polda Jambi telah beberapa kali memeriksa Budi Azwar yang merupakan Ketua KSUPJ. 

Diketahui, dalam kasus ini sudah ada tiga tersangka yang di tetapkan sebagai tersangka yakni A yang merupakan jabatannya Wakil Ketua Koperasi Serba Usaha Pelang Jaya (KSUPJ), S sebagai Sekretaris koperasi dan M adalah Bendahara koperasi. 

Terhadap hal ini, Kasipidum Kejari Tanjabbar, Wawan saat di konfirmasi menyebutkan bahwa tiga orang tersangka tersebut telah menjalani proses pengadilan.

Baca juga: Mahasiswa KKN Unja di Tanjabtim Manfaatkan Limbah Lidi Sawit Menjadi Kerajinan

Baca juga: Kasus Virus Corona di Kerinci: 50 Orang Meninggal Karena Covid-19 

Baca juga: Pengetatan di Kota Jambi Segera Berakhir Meski PPKM Level 4 Diperpanjang

Saat ini kata Wawan ketiganya masih menjalani proses, adapun tuntutan yang diajukan untuk ketiga satu tahun enam bulan. 

"Saat ini masih sidang, belum vonis. Untuk tuntutan itu semuanya 1 tahun enam bulan," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved