Breaking News:

Berita Bungo

Kapolsek Pelepat Mengaku Capek Soal Aktivitas PETI di Batu Kerbau Bungo

Banyak warga Pelepat terimbas akibat aktivitas PETI di Batu Kerbau Bungo. Terutama warga yang tinggal dialiran Sungai Batang Palepat.

Penulis: Muzakkir | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
IST
Suasana saat razia PETI di Dusung Batu Kerbau Kabupaten Bungo 

TRIBUNJAMBI.COM, BUNGO - Warga aliran Sungai Batang Pelepat protes atas aktivitas PETI di kawasan Batu Kerbau Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo.

Mereka meminta aktivitas ilegal tersebut dihentikan. Mereka menilai aktivitas tersebut hanya membuat mereka sengsara.

Banyak warga terimbas akibat aktivitas ilegal tersebut. Terutama warga yang tinggal dialiran Sungai Batang Palepat.

Warga tidak lagi menikmati air jernih yang menjadi sumber utama mayoritas warga setempat.

Kades Rantel, Badrul Aini ketika dikonfirmasi menyebut jika warganya sama tidak sanggup menahan kesengsaraan sulitnya mendapat air bersih.

Pasalnya aliran Sungai Batang Pelepat yang menjadi sumber utama masyarakat keruh berkepanjangan.

Kata dia, saat ini pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah untuk pengusiran aktivitas PETI tersebut.

"Langkah utama pengusiran PETI yang dilakukan desa mengelar rapat, pada 14 Agustus 2021 lalu digedung serba guna desa setempat. Hasilnya rapat desa, menyurati Rio Batu kerbau, penerima kecamatan dan Kabupaten, juga anggota DPRD. Kemudian surat resmi juga dilayangkan kepada Kapolsek dan Kapolres, Dandim 0416 Bute. Meminta untuk mengusir aktifitas PETI dihulu sungai," kata Badrul.

Baca juga: Gaji Oknum ASN yang DPO Kasus PETI Dihentikan Pemkab Merangin

Isi surat tersebut menyampaikan warga sudah menderita karena sulit mendapat air bersih, kerugian lubuk larangan kurun beberapa tahun terakhir akibat peti dan warga sudah menderita sakit kulit.

Upaya tersebut, tampak tidak terselesaikan oleh jajaran tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved