Breaking News:

Berita Tanjabtim

Rencana Bangunan Sekolah di Tanjabtim Jadi Tempat Isolasi, Disdik Sebut Itu Alternatif Terakhir

Pertimbangan sekolah diusulkan menjadi tempat isolasi ini tentu masih dalam pertimbangan, seperti ketersediaan fasilitas listrik, air, wc, mushola, wi

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rian Aidilfi Afriandi
tribunjambi/abdullah usman
Rencana Bangunan Sekolah di Tanjabtim Jadi Tempat Isolasi, Disdik Sebut Itu Alternatif Terakhir 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Adanya penolakan beberapa sekolah dan warga terkait bangunan sekolah menjadi tempat isolasi, Dinas Pendidikan Tanjabtim angkat bicara.

Beberapa sekolah yang ada di 11 kecamatan itu yakni, SMPN 21 Kecamatan Muara Sabak Barat, SMPN 1 Kecamatan Muara Sabak Timur, SMPN 2 Kecamatan Rantau Rasau, SMPN 10 Kecamatan Nipah Panjang, SMPN 6 Kecamatan Sadu, SMPN 22 Kecamatan Berbak, SMPN 7 Kecamatan Kuala Jambi, SMPN 14 Kecamatan Mendahara, SMPN 19 Kecamatan Mendahara Ulu, SMPN 4 Kecamatan Dendang dan SDN 114/X Kecamatan Geragai ditargetkan menjadi lokasi isoman pasien.

Meski demikian, wacana tersebut tidak berjalan lancar beberapa warga yang berada di sekitaran sekolah merasa keberatan dengan kondisi tersebut (penolakan). Dinas Kesehatan sendiri beralasan terkait penetapan sekolah merupakan petunjuk Disdik.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Junaidi Rahmad mengatakan, terkait rencana penunjukan sekolah untuk isolasi terpusat tersebut adalah Alternatif terakhir.

"Jadi penggunaan bangunan Sekolah itu menjadi pilihan terakhir kita, bila tempat isolasi lain tidak ada lagi, (rumah sakit penuh, Puskesmas penuh, GOR penuh karena ledakan Covid-19), " jelas Junaidi, Selasa (24/8/2021).

Pertimbangan sekolah diusulkan menjadi tempat isolasi ini tentu masih dalam pertimbangan, seperti ketersediaan fasilitas listrik, air, wc, mushola, wifi dan tentu akan ditinjau oleh satgas Covid-19 untuk kesiapan dan kelayakannya tempat dan fasilitas lainnya.

"Jadi Satgas nanti yang akan menentukan dipakai atau tidaknya sekolah untuk isolasi. Kami hanya menyediakan tempat alternatif jika dibutuhkan sesuai situasi jika terjadi ledakan perkembangan Covid-19," tambah Junaidi

Dirinya juga berharap agar kasus Covid-19 di Tanjabtim dapat segera mereda dan hilang, tentu tetap berdoa dan menjaga protokol kesehatan supaya tidak tertular Covid-19 dan tidak terjadi ledakan Covid-19 dan tidak perlu dan jangan sampai sekolah dijadikan tempat isolasi terpusat.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, saat ini tengah mempersiapkan fasilitas pendukung untuk penggunaan gedung sekolah sebagai tempat isolasi mandiri pasien.

"Kita hanya mempersiapkan sarana pendukung dan sebagainya, kalo untuk penolakan dari warga atau pihak sekolah itu bukan wewenang kami melainkan Dinas terkait (Disdik), " ujar Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Timur Ernawati belum lama ini.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Pos Aur Duri 2 untuk Masyarakat yang Melintas Disalahartikan Warga

Baca juga: Catatan Buruk Real Madrid di Awal Liga Spanyol 2021, Carlo Ancelotti Soroti Pertahanan Los Blancos

Baca juga: Nipah Panjang dan Sadu Menjadi Kecamatan Prioritas Program PTSL BPN Tanjabtim

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved