Breaking News:

Pakar Ekonomi Jambi Berharap Subsidi PPnBM 100 Persen Diperpanjang

Pemerintah memberikan subsidi pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 100 persen untuk mobil baru akan berakhir pada Agustus ini.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
kontan
Mobil baru di GIIAS. 

TRIBUNJAMBI.COM - Pemerintah memberikan subsidi pajak penjualan barang mewah (PPnBM) 100 persen untuk mobil baru akan berakhir pada Agustus ini.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk menggairahkan sektor industri nasional terutama di bidang otomotif di tengah pandemi.

Pakar ekonomi, Prof. Dr. H. Haryadi, SE., M.M.S., Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Jambi mengatakan, dampak dari kebijakan tersebut permintaan terhadap kendaraan baru naik.

Menurutnya naiknya permintaan tersebut tidak sebanding jika dilihat dari pemasukan.

"Kebijakan tersebut cukup berdampak tapi belum terlalu nampak suksesnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini tidak memungkinkan, beda cerita jika diturunkan pajak dalam kondisi normal itu jelas berdampak sangat tinggi sekali terhadap permintaan kendaraan, cuman ini kan dalam kondisi yang seperti ini di mana masyarakat itu sudah banyak yang kehilangan pekerjaan, jadi walaupun berdampak positif tapi tidak sebesar yang diharapkan," jelasnya.

Kebijakan ini juga berdampak pada pasar mobil bekas yang relatif lesu karena harga mobil baru turun. Sehingga konsekuensinya harga mobil bekas harus juga ikut turun dan tidak mungkin dipertahankan dengan harga yang lama.

Tapi menurut Haryadi, secara keseluruhan pasar mobil bekas bisa saja meningkat akibat penurunan pajak ini. Karena transformasi atau peralihan selera masyarakat dari sebelumnya membeli mobil bekas jadi membeli mobil baru karena harga yang lebih murah.

"Mobil baru dibeli maka mobil yang selama ini dimiliki atau mobil lama cenderung untuk dijual kembali, sehingga pasar mobil bekas bisa bergairah tapi ya itu tadi harganya jadi turun," ujarnya.

Baca juga: Sopir Sampan di Danau Sipin Ngaku Tak Terdampak PPKM, Tapi Ini yang Berpengaruh

Baca juga: Vixion R Metallic Blue Tampil Semakin Gagah dan Sporty

Baca juga: Diduga Depresi, Seorang Warga Bungo Melompat dari Jembatan, Begini Kondisinya

Menurut Haryadi hal yang baiknya dilakukan pemerintah untuk kedepan yakni mengevaluasi kembali kebijakan tersebut. Jangan hanya untuk kendaraan saja tapi buat kebijakan untuk kebutuhan yang mendesak bagi masyarakat yang cenderung mengalami penurunan.

"Artinya pasar kebutuhan pokok masyarakat yang lesu itu yang mesti diberikan insentif oleh pemerintah supaya bisa bergairah kembali," tutupnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved