Breaking News:

VIDEO: Heboh Mural 'Wabah Sesungguhnya Adalah Kelaparan' Dihapus Camat Ciledug

Penghapusan mural di Tangerang kembali terjadi. Kali ini mural bertuliskan, Wabah Sesungguhnya adalah Kelaparan, dihapus oleh aparat Kecamatan Ciledug

Editor: Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM - Penghapusan mural di Tangerang kembali terjadi. Kali ini mural bertuliskan, Wabah Sesungguhnya adalah Kelaparan, dihapus oleh aparat Kecamatan Ciledug, Tangerang.

Mural ini berada di sebuah pintu gerbang di hamparan tanah kosong di jalan Wahidin Sudiro Husodo, Ciledug Kota Tangerang.

Di balik tulisan itu berlatar belakang gambar grafiti berwarna ungu, hijau, dan kuning.

Kemunculan mural itu tidak diketahui sejak kapan, namun begitu mural tersebut terekam kamera kemudian dihapus pada Selasa, 17 Agustus 2021.

Camat Ciledug Kota Tangerang Syarifuddin membenarkan penghapusan mural itu. "Gambar itu sudah dihapus karena berada di pintu masuk pekarangan orang," kata Syarifuddin saat dihubungi Tempo 18 Agustus 2021.

Syarifuddin mengatakan ,mencorat-coret di tempat umum dianggap vandalisme yang merupakan pelanggaran Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum.

"Petugas Tramtib Kecamatan Ciledug menghapus kemarin," kata Syarifuddin.

Syarifuddin mengatakan masalahnya adalah kecamatan Ciledug tidak memiliki ruang terbuka atau ruang publik yang bisa menampung aspirasi pekerja seni. "Kami tidak ada ruang publik kami kekurangan lahan," kata Syarifuddin.

Menurut Syaripudin siapapun harus meminta izin jika membuat mural. "Walaupun itu ruang publik atau tembok milik pribadi atau rumah. Kalau yang punya marah bagaimana?" katanya.

Penghapusan mural oleh aparat kepolisian, koramil dan kecamatan bukan sekali terjadi di Tangerang.

Penghapusan mural oleh aparat penegak hukum itu pernah terjadi Juli 2021 lalu di Kabupaten Tangerang.

Baca juga: VIDEO: Detik-detik Pesawat Tempur Militer Rusia Jatuh saat Uji Terbang

Baca juga: Pemprov Jambi Siapkan Rp 12 Miliar untuk PON XX Papua, Segini Bonus Bagi Atlet Berprestasi

Kala itu dua orang pemural menulis panjang di tembok jalan Aria Wangsakara Tigaraksa. Tulisan berhuruf kapital berwarna putih itu berbunyi 'Tuhan Aku Lapar' hanya tampil beberapa jam, setelah video mural tersebut viral di media sosial kemudian dihapus.

Kapolresta Tangerang Komisaris Besar Wahyu Sri Bintoro dan Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf Bangun Siregar menyambangi rumah pembuat mural D dan DF untuk memberikan sembako. Atas kritikan itu keduanya tidak ditangkap. Tapi hingga saat ini keduanya tertekan.

Di Batuceper Kota Tangerang mural bergambar mirip wajah Presiden Jokowi mengernyitkan dahi dengan mata ditutup tulisan 404:Not Found juga sudah dihapus oleh aparat. Polisi menyebutkan akan menindak pemuralnya. Namun hingga saat ini belum ada nama atau kelompok pemural yang ditangkap.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved