Breaking News:

Ini Penyebab Tanjab Timur Krisis Guru

Krisis tenaga pendidik di Kabupaten Tanjung jabung Timur masih belum teratasi. Tahun ini sebanyak 89 guru memasuki masa pensiun. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJOGJA
Ilustrasi guru mengajar 

Laporan wartawan tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Krisis tenaga pendidik di Kabupaten Tanjung jabung Timur masih belum teratasi. Tahun ini sebanyak 89 guru memasuki masa pensiun

Krisis guru di Tanjabtim sendiri bukan perkara baru, sejak beberapa tahun terakhir persoalan kekurangan guru sudah terjadi dan masih belum menemukan solusi.

Pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Tanjabtim mendapat tambahan guru melalui hasil Seleksi Penerimaan CPNS. Dari 124 Formasi CPNS yang dibuka pada tahun tersebut.

Namun penambahan tersebut tidak sebanding dengan catatan jumlah Guru yang mengalami pensiun

Dikatakan Kepala BKPSDM Tanjab Timur melalui Staf Kasubbid Perencanaan dan Mutasi, Ridho mengatakan, hampir setiap tahunnya angka pensiun guru cukup tinggi.

"Setiap tahunnya angka pensiun itu selalu ada,  pada tahun 2019 lalu ada 81 orang, pada 2020 ada 108 Guru, dan di Tahun 2021 ada sebanyak 89 Guru lagi yang akan pensiun, " jelas Ridho, Minggu (15/8).

Lanjutnya, Guru Guru yang pensiun tersebut tersebar, baik Guru yang telah mengabdi sejak lama di Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama.

Baca juga: Dana DAU Merangin Tertunda Akibat Insentif Nakes Belum Dibayar, DPRD Desak Dinkes

Baca juga: Kasus Asusila dan Narkotika Mendominasi di PN Tanjab Timur

Dalam catatannya sendiri dalam kurun waktu Tiga Tahun terakhir, jumlah tenaga Guru ASN yang melakukannya pensiun ada 278 Guru. Tersebar di 11 Kecamatan dan sekolah sekolah yang ada di Tanjabtim

Kondisi krisis tenaga Guru sendiri semakin miris, dari fakta yang terjadi pada tahun ini Tanjabtim tidak membuka penerimaan CPNS dan PPPK. Yang sejatinya dapat menjadi peluang untuk penambahan jumlah tenaga Guru di Tanjabtim

"Dengan demikian penambahan Guru hanya dapat terisi dari Formasi tahun 2019 lalu. Yang jumlahnya 124 orang dan jumlah tersebut jauh dari cukup untuk jumlah yang dibutuhkan semarang, " pungkasnya. (usn)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved