Senin, 27 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Lawan Covid 19

Vaksinasi Efektif Tekan Risiko Kematian dan Perawatan, SAD di Muaro Jambi Antusias Divaksin

Cerita warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Sungai, Dayo Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi ikut vaksinasi Covid-19.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
tribunjambi/hasbi sabirin
Suku Anak Dalam bernama Ibrahim baru pertama kali disuntik. 

TRIBUNJAMBI.COM - Tenaga Kesehatan akan mendapat vaksinasi dosisi ketiga, yang berguna untuk penguat atau booster.

Pemberian dosis ketiga ini karena sangat efektif melindungi tenaga kesehatan dari risiko perawatan dan kematian akibat infeksi Covid-19.

"Vaksinasi masih berfungsi sebagai alat yang efektif menekan resiko perawatan dan kematian pada Nakes," ungkap Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, Siti Nadila Tamirzi, saat konferensi pers virtual, disiarkan Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (13/8/2021).

Efektivitas vaksinasi diperkuat hasil penelitian yang dilakukan pemerintah kepada 71.455 tenaga kesehatan di DKI Jakarta periode Januari-Juni 2021.

Studi mengamati kasus konfirmasi positif Covid-19, perawatan, dan kematian kepada tenaga kesehatan yang belum mendapatkan vaksin, baru mendapatkan vaksin dosis pertama, dan sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap (2 dosis).

"Hasil dari studi ini menyimpulkan, pada periode Januari dan Maret 2021, vaksin Coronavac cukup efektif mencegah infeksi Covid-19. Pada periode April dan Juni vaksinasi lengkap, kurang cukup melindungi Nakes dari infeksi Covid-19," katanya.

Walau begitu, ternyata vaksinasi lengkap efektif mengurangi Nakes dari risiko perawatan dan kematian akibat Covid-19.

Pada Januari-Maret, kata Nadia, ada 12 persen Nakes yang belum vaksinasi, 19,3 persen baru vaksinasi dosis pertama, dan 18 persen mendapatkan dosis lengkap.

Pada periode April sampai Juni ternyata proporsi Nakes belum vaksin yang dirawat akibat Covid-19 meningkat dua kali lipat menjadi 24 persen.

Nakes yang baru sekali vaksinasi, yang dirawat turun menjadi 8,1 persen.

Sementara itu Nakes yang telah vaksinasi dosis lengkap, yang dirawat berkurang 6 kali lebih rendah menjadi 3,3 persen.

Selain itu sepanjang Januari sampai Juni 2021, tercatat 20 tenaga kesehatan meninggal akibat Covid-19.

"75 persen kematian terjadi pada Nakes yang belum mendapatkan vaksinasi dan Nakes yang baru mendapatkan vaksin dosis pertama," katanya.

Nadia menjelaskan terdapat peningkatan tingkat kematian pada Nakes di periode April-Juni.

Pada April sampai Juni 2021 kematian pada Nakes yang belum vaksinasi mencapai angka 2,5 persen dan yang vaksinasi dosis pertama 1,85 persen, dan yang telah divaksinasi lengkap 2 dosis, turun hingga 0,16 persen.

Pada periode sebelumnya yaitu Januari-Maret tingkat kematian pada Nakes yang belum menerima vaksin sebesar 0.68 persen, yang telah mendapatkan vaksinasi pertama adalah 0,3 persen, dan yang telah mendapatkan dosis lengkap 0,2 persen.

"Peningkatan proporsi kematian terjadi pada periode kedua pada tenaga kesehatan yang belum atau hanya divaksinasi 1 dosis saja," katanya.

Sehingga, kata dia efektivitas Coronavac dalam mencegah perawatan dan kematian akibat Covid-19 ternyata lebih rendah pada periode kedua atau dengan kata lain menurun.

Rinciannya, efektivitas vaksin Coronavac terhadap resiko perawatan berkurang dari 74 persen pada Januari-Maret menjadi 53 persen pada April-Juni.

Sementara efektivitas CoronaVac dalam mencegah kematian berkurang dari sebesar 95 persen pada Januari -Maret menjadi 79 persen pada periode April-Juni 2021.

"Atas dasar ini pula Kemenkes memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga untuk menambah perlindungan bagi Nakes yang berisiko tinggi terinfeksi Covid-19, karena tugasnya," katanya.

Nadia menambahkan pemberian vaksinasi dosis ketiga bagi Nakes ini telah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli imunisasi Nasional atau ITAGI.

"Vaksinasi diiringi dengan kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan yang ketat akan membantu mengurangi resiko keparahan dan kematian akibat infeksi covid 19," ujarnya

Kisah SAD Disuntik Vaksin

Untuk mensukseskan program vaksinasi, warga Suku Anak Dalam (SAD) di Desa Sungai, Dayo Kecamatan Bahar Utara, Kabupaten Muarojambi memberanikan diri untuk disuntik.

Meskipun awalnya sempat takut, karena ini adalah pertama kalinya dia disuntik vaksin.

Inilah cerita satu diantara Suku Anak Dalam bernama Ibrahim yang sudah menetap puluhan tahun di Desa Sungai Dayo, Kecamatan Bahar Utara Kabupaten Muarojambi.

Ibrahim warga SAD kelahiran 1970 berprofesi sebagai petani sawit dan Hansip di kantor Desa Sungai Dayo Kecamatan Bahar Utara Kabupaten Muarojambi, seumur hidupnya belum pernah disentuh jarum suntik.

Namun kali ini ia memberanikan dirinya untuk melakukan penyuntikan vaksinasi masal oleh petugas kesehatan di kantor Desa Sungai Dayo pada Kamis (12/8/21) Kemarin.

"Seumur hidup saya belum pernah merasakan disuntik, namun kali ini saya memberanikan diri lah," kata Ibrahim dengan nada ketakutan dan degdegan.

Ia menceritakan, biasanya jika dirinya mengalami sakit demam dan sakit lainnya hanya menggunakan obat tradisional dari alam seperti kulit kayu berumbung dan kayu pasak bumi.

Terlihat juga sebelum namanya dipanggil mendapatkan antrian dirinya tampak gelisah untuk dilakukan penyuntikan vaksinasi tersebut.

Dengan keyakinan dirinya dan support oleh petugas nakes akhirnya Ibrahim merasakan bagaimana rasanya ditancap oleh jarum suntik vaksinasi.

Setelah dilakukan penyuntikan, dengan tertawa dirinya mengatakan, mantap serasa didigit semut.

Ia juga menyampaikan, dan berpesan pada warga SAD lainnya jika mengalami sakit tidak salahnya dilakukan pengobatan secara disuntik.

Baca juga: Polresta Jambi Buru SA Komplotan Pencurian Mobil Jaringan Kota Jambi

Baca juga: Kapolresta Jambi Diganti, Kapolda Instruksikan Sosok Ini Fokus Penanganan Covid-19

Baca juga: Jokowi Kaget saat Tahu Harga Sneakers Fine Counsel Produksi Greysia Polii yang Dijual Kepadanya

(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved