Kasus Pemotongan Insentif

Sekda Kota Jambi Diperiksa Sebagai Saksi Kasus Pemotongan Insentif

Sekda Kota Jambi, Budidaya, diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Jambi, Kamis (12/8/2021). Pemeriksaan dilakukan terkait kasus pemotongan insentif

Penulis: Deni Satria Budi | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI/DENI SATRIA BUDI
Sekda Kota Jambi, Budidaya, diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Jambi, Kamis (12/8/2021). 

TRIBUNJAMBI. COM, JAMBI - Sekda Kota Jambi, Budidaya, diperiksa Penyidik Kejaksaan Negeri Jambi, Kamis (12/8/2021).

Pemeriksaan dilakukan terkait kasus pemotongan insentif di Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPRD) Kota Jambi, kurun waktu 2017-2019.

Kasus tersebut menjerat mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, Subhi, sebagai tersangka.

Budidaya datang sekitar pukul 10.00 dan selesai pemeriksaan sekira pukul 12.30 WIB.

Sekda yang mengenakan baju batik lengan pendek, tampak berjalan cepat usai keluar ruangan.

"Terkait BPPRD. Tadi ada 13 pertanyaan kalau tidak salah," ungkap Budidaya, saat ditanyai wartawan.

Sementara itu Ketua Tim Penyidik, Gempa Awaljon, saat dikonfirmasi mengatakan, pemeriksaan ini terkait kasus pemotongan insentif dengan tersangka Subhi.

Menurut Gempa, pemeriksaan dilakukan dari pukul 10.00 pagi tersebut, untuk melengkapi berkas tersangka Subhi.

Baca juga: Inilah Penyebab Kecelakaan Ketua Umum MUI KH Miftachul Akhyar di Jalan Tol Salatiga

“Saksi merupakan atasan tersangka, menjabat Sekretaris Daerah Kota Jambi," kata Gempa.

Materi pemeriksaan, ungkapnya, sesuai dengan perkembangan dari hasil pertanyaan.

"Sesuai dengan perkembangan dari hasil pertanyaan dan jawaban yang disampaikan tersangka pada pemeriksaan yang lalu,” kata Gempa.

Sementara itu, terkait ada kwitansi yang beredar untuk Sekda, Gempa mengatakan itu sudah termasuk materi pokok perkara, dan pihaknya akan membukanya di persidangan.

“Kalau itu sudah materi pokok perkara, nanti kita akan buka pada saat persidangan,” jelas Gempa Awaljon.

Dalam kasus ini, Subhi, mantan Kepala BPPRD Kota Jambi, ditetapkan sebagai tersangka dugaan pemotongan insentif pemotongan pajak di BPPRD Kota Jambi.

Subhi diduga memeroleh keuntungan hingga Rp 1,2 miiiar karena perbuatannya itu.

Nilai itu diperoleh Subhi dengan memotong insentif bawahannya selama 3 tahun, 2017, 2018, , dan 2019.

Subhi telah menyerahkan diri, setelah sempat menjadi DPO beberapa lama.

Baca juga: Benarkan Maulana Ikuti Jejak Syarif Fasha Pindah ke NasDem?

Baca juga: Akhirnya Subhi Mantan Kepala BPPRD Kota Jambi menyerahkan Diri ke Kejaksaan Negeri Jambi

(Tribunjambi.com/Deni Satria Budi)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved