Breaking News:

Makam Datuk Geragai

Namanya Tersohor di Tanjab Timur, Kondisi Makam Datuk Geragai Justru Memprihatinkan

Memiliki nama tersohor dan kerap dipakai sebagai nama tempat, kondisi makam Datuk Geragai justru sangat memprihatinkan. 

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Abdullah Usman
Kondisi makam Datuk Geragai di Dusun Geragai Rt 18 Kecamatan Geragai Tanjabtim, tak terurusTrib. 

Laporan wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Memiliki nama tersohor dan kerap dipakai sebagai nama tempat, kondisi makam Datuk Geragai justru sangat memprihatinkan. 

Berada di kawasan perkebunan karet dan pohon cempedak, dengan jalan terjal setapak yang masih berupa tanah kuning. Di balik rimbunnya pepohonan dan tumbuhan liar terlihat beberapa makam yang di dalamnya terbaring jasad leluhur sejarah Nama Geragai. 

Terdapat belasan makam yang berada di lokasi tersebut, dengan kondisi seadanya. Dari makam makam tersebut terdapat satu makam yang merupakan makam orang berpengaruh dalam terbentuknya wilayah Geragai. 

Makam tersebut merupakan makam keluarga dan keturunan dari keluarga Datuk Geragai, yang merupakan pencetus atau orang pertama yang membuka perkampungan di Dusun Geragai. 

Hingga kini nama Geragai digunakan sebagai nama Kecamatan dan desa desa di Tanjung Jabung Timur. Namun sayang kondisi  makam Datuk Geragai yang kental akan nilai sejarah tersebut terkesan tak terawat dan terabaikan. 

Dikatakan, M Yusuf sekaligus cicit dari mendiang almarhum Datuk Geragai menuturkan, seperti inilah kondisi pembaringan mendiang Datuk Geragai yang namanya cukup pamor di Tanjabtim.

Baca juga: Ratusan SAD di Batanghari Disuntik Vaksin Covid-19

"Sejak dahulu hingga sekarang tidak ada perubahan dari makam sejarah ini, masih berupa gundukan tanah yang sesekali ditumbuhi rumput liar tidak ada perhatian. Tidak sebanding dengan namanya yang tenar, " ujarnya, Minggu (8/8).

"Sampai sekarang makam besar ini masih asli tidak ada sentuhan pembangunan yang modern, hanya pada nisan saja yang diubah menggunakan batu. Karena nisan pertama terbuat dari kayu," ujarnya.

Dikatakannya pula, di makam ini sendiri selain makam Datuk Geragai ada pula Tiga makam mendiang anak kandung dari Datuk Geragai. Dan Cucu hingga beberapa keturunan dari Datuk juga dimakamkan di sini. 

Dirinya berharap kepada Pemerintah, agar bisa memperhatikan kondisi makam yang saat ini terbilang memprihatinkan. Terlebih jika ada peziarah yang datang mereka kesulitan karena tidak adanya tempat khusus lebih lagi saat hujan, selain becek juga basah. 

"Selama ini banyak yang sudah datang melihat dan mewacanakan akan membangun makam, namun belum ada realisasinya. Dari Pemda sendiri memang belum pernah ada perhatian sama sekali, " jelasnya. 

"Kalo kami cicit cicitnya ini tidak ada menggarap yang aneh aneh, kalo kondisi makam semak kita bersihkan. Kalo dibangun Alhamdulillah, " pungkasnya. (usn) 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved