Isi Pesan WhatsApp Luhut Binsar Pandjaitan kepada Pater F. Gontha: Aku Baru Tau Sekarang, Aku Sedih
Kemudian, Luhut bertandang ke Boyolali, Klaten dan Sragen Luhut mendorong pemerintah daerah agar pasien yang isoman di rumah masing-masing untuk dipus
TRIBUNJAMBI.COM - Luhut Binsar Pandjaitan mengunjungi Hotel Borobudur Indah Kota Magelang, Jawa Tengah, yang menjadi lokasi isolasi mandiri terpusat (isoter) pasien Covid-19 tanpa gejala, Jumat (6/8/2021).
Kemudian, Luhut bertandang ke Boyolali, Klaten dan Sragen Luhut mendorong pemerintah daerah agar pasien yang isoman di rumah masing-masing untuk dipusatkan di isoter yang tersedia.
Sebab, di isoter, pemantauan lebih mudah dan tidak menulari orang lain.
"Pasien isoman yang masih 380an itu dibawa semua ke sini isoter, tinggal di sini 10 hari. Kalau tidak, bisa nular yang lain, orang lain bisa celaka, ini masalah kemanusiaan. Salam dari Bapak Presiden, ayo kita kompak, menyelesaikan masalah ini," terangnya.
Baca juga: Lowongan Kerja Jambi 7 Agustus 2021, Gaji Mencapai Rp 4,5 Juta
Baca juga: Mantan Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin Tutup Usia, Kondisinya Sempat Kritis di Rumah Sakit
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 7 Agustus 2021 Turun, Harga Emas Antam Rp976.000 Emas UBS Rp Rp 929.000
Kirim Pesan WhatsApp ke Rekannya, Pater F. Gontha
Luhut Panjaitan mengirim pesan ke Pater F. Ghonta.
Isi pesan tersebut, menerima masukan terhadap PPKM Level 4.
Anggota Dewan Komisari Garuda itu pun mengunggah isi pesan WA dari Luhut.
"Pak Luhut Binsar Panjaitan (LBP), Menko Marinvest, saya kenal baik sejak beliau pangkat Kapten, RPKAD sekarang Kopassus. Juga istrinya Devi Simatupang.
Mereka berdua teman keluarga, menjadi saksi perkawinan anak saya tahun 1998, waktu beliau belum apa-apa.
Saya juga tau LBP, seorang yang sangat merah putih, pekerja keras dan suka meledak ledak. Sangat emosional, cerdas tapi Jujur. (Mungkin karena saya dekat jadi muji-muji dia hahaha). Tapi saya tidak perlu apa-apa dari dia meski sekarang dia banyak kuasa. 8 tahun dia kuasa juga nggak dapat apa-apa dari dia, nggak perlu juga! Ada kejadian dan saya tahu dia juga nggak bela saya kok! Gpp lah!
Tapi ini WA dia ke saya;
“Peter, dua hari aku meninjau lapangan ke Solo, Sragen, Klaten, Magelang, Slemen, Kulon Progo, Jogya, Sultan ikut mendampingi, banyak amat masukan-masukan yang kita dapat….Kasian rakyat kecil tapi kita harus super hati-hati juga dalam melonggarkannya… Aku baru tau sekarang, aku sedih saja pedagang itu dari pagi baru ada satu yang beli atau belum ada… Makanya aku belanja, hanya setiap pedagang (diberikan) 100 ribu masa ada yang nangis?”
Itu WA beliau ke saya.
Tanpa izin beliau saya posting Status ini. Dari lubuk hati, saya kasihan lihat dia. Jadi serba salah, pilih mana Longgar atau angka kematian naik? SEMOGA BANG! jalan Terus yg terbaik.Yang nga suka abang juga Banyak jadi untuk MERAH PUTIH AJA! Yang tidak senang baca ini, unfollow saya aja!
Sumber : KOMPAS.COM