Breaking News:

Karhutla di Jambi

675 Titik Panas Terpantau di Provinsi Jambi hingga 4 Agustus 2021

Berita Jambi-Berdasarkan catatan KKI Warsi, kebakaran hutan dan lahan masih mungkin terjadi

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
Musawira/tribunjambi
Ilustrasi. Upaya pemadaman kahutla oleh Satgas. 33 Desa dan Kelurahan dari 7 Kecamatan di Batanghari Rawan Karhutla, BPBD Imbau Masyarakat Bekerjasama Dalam Pencegahan. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sampai saat ini, ratusan titik panas terus terpantau tersebar di Provinsi Jambi. Berdasarkan catatan KKI Warsi, kebakaran hutan dan lahan masih mungkin terjadi di Provinsi Jambi.

Koordinator Program KKI Warsi, Ade Candra menyampaikan, kebakaran hutan dan lahan masih terjadi tahun 2021.

"Dari catatan Warsi tahun 2021 kebakaran hutan dan lahan masih saja terjadi. Terdapat 675 titik panas dari 1 Januari hingga 4 Agustus 2021. Titik panas ini ditemukan hampir di semua jenis pemanfaatan lahan di Jambi, baik di areal perusahaan HTI, perkebunan sawit, areal restorasi, dan lahan masyarakat," jelasnya.

Dibanding tahun-tahun sebelumnya, ulas dia, titik panas pada 2021 sudah lebih jauh menurun dibandingkan periode yg sama tahun 2019 dan 2015.

"Meski demikian, tentulah harapan kita Jambi bebas titik api. Caranya, dengan menegakkan semua regulasi penanggulangan dan pencegahan kebakaran hutan, pengawasan pelaksanaan kebijakan, dan membangun kesadaran bersama. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan menjadi tanggung jawab semua pihak, utamanya pemilik izin, masyarakat dan juga pemerintah," terangnya.

Data terakhir yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah pada akhir Juli 2021, luasan lahan yang terbakar di Provinsi Jambi sekitar 133,4954 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, akhir pekan lalu menyampaikan, lahan terbakar terbanyak ada di Kabupaten Muaro Jambi sebanyak 29,7 hektare. Kemudian Kabupaten Tanjung Jabung Timur 26,184 hektare, Tanjung Jabung Barat 22,19 hektar, Batanghari 10,17 hektar, Merangin 12 hektar, tebo 24,75 hektare, Bungo 6 hektare, Sarolangun 1,65 hektare, serta Kerinci dan Kota Jambi masing-masing 0,5 hektare.

(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan AJ)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved