Breaking News:

Berita Sarolangun

Vaksinasi Covid-19 di Singkut Serentak dengan Pelantikan Kepala Desa Menimbulkan Kerumunan

Berita Sarolangun-Pelaksanaan vaksin Covid-19 yang digelar di kantor camat Singkut tak mengindahkan protokol kesehatan

Penulis: Rifani Halim | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Vaksin Covid-19 di Singkut serentak dengan pelantikan kepala desa tuai kerumunan 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Pelaksanaan vaksin Covid-19 yang digelar di kantor camat Singkut tak mengindahkan protokol kesehatan, menuai banyak kerumunan, pada Kamis, (05/08/2021).

Dari Pantauan Tribun Jambi di lapangan, warga yang hendak divaksin memicu kerumunan massa dan tak menjaga jarak tempat duduk vaksin yang terpantau rapat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Singkut drg Hendri Naldinata mengatakan, pihaknya selalu mengutamakan prokes dalam melakukan vaksin.

Namun keterbatasan fasilitas dan saat bersamaan juga berketepatan dengan kegiatan lain yang ada di Kantor Camat Singkut sehingga memicu kerumunan.

"Untuk masalah prokes kita bekerjasama dengan pihak TNI Polri. untuk petugas vaksin standarnya satu meja itu satu, cuma karna fasilitasnya kurang, karna ini juga kerjasama ya, jadi mungkin harap dimaklumi lah untuk hari ini, kebetulan hari ini ada dua kegiatan di kantor camat singkut," kata Kepala Puskemas, Kamis (5/8/2021).

Saat ditanya apakah hal itu tidak akan berpengaruh terhadap penyebaran covid 19 itu sendiri, Kapus Singkut menjawab yang terpenting warga tetap menggunakan masker dan mencuci tangan.

"Yang penting kepada masyarakat yang ingin divaksin harus wajib memakai masker, dan didepan juga ada fasilitas cuci tangan," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari menegaskan seharusnya Tim Satgas Covid 19 Sarolangun harus berperan aktif dalam mengatur prokes saat prosesi vaksinasi itu sendiri.

"Tim Satgas Covid harus menjaga prokes, jadi masyarakat kita kan kadang-kadang tidak tahu, kitalah yang mengimbau dan mengatur masyarakat, baik jarak kursinya, antriannya, ini perlu peran aktif dari gugus tugas, karna gugus tugas yang tahu prokes, kalau masyarakatkan tidak tahu, perlu gugus tugas untuk mensosialisasikan ke masyarakat banyak," ungkapnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved