Breaking News:

Sering Longsor, Warga Pulau Kayu Aro Cemas Rumahnya akan Roboh Karena Abrasi Sungai Batanghari

Puluhan rumah warga yang berada di pinggir sungai Batanghari tepatnya di Desa Pulau Kayu Aro Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi terancam abrasi.

Penulis: Hasbi Sabirin | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Hasbi
Puluhan rumah warga di pinggiran Sungai Batanghari Desa Pulau Kayu Aro, Muarojambi terancam abrasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Hasbi Sabirin

TRIBUNJAMBI.COM,SENGETI-Puluhan rumah warga yang berada di pinggir sungai Batanghari tepatnya di Desa Pulau Kayu Aro Kecamatan Sekernan Kabupaten Muarojambi terancam abrasi.

Banyak warga khawatir dan was-was rumahnya akan kena longsor dan tergerus ke Sungai Batanghari.

Pantauan Tribunjambi.com di lokasi, beberapa rumah warga tersebut tidak jauh dari lokasi abrasi dan mengkhawatirkan akan roboh.

Terlihat juga beberapa rumah dan Masjid serta gedung Madrasah di lokasi itu, telah pecah dan roboh akibat abrasi tersebut.

Shela satu diantara warga RT 04 Desa Pulau Kayu Aro kepada tribunjambi.com mengungkapkan, ia merasa khwatir dengan kondisi tebing Sungai Batanghari yang berada di belakang rumahnya sering terjadi longsor.

"Selama ini kami dihantui kekhawatiran dan was-was takut rumah kami roboh oleh longsor itu, apalagi saat hujan tiba dan dilanda banjir Sungai Batanghari," kata Shela Kamis (5/8/21).

Ia juga berharap kepada pemerintah, tebing sungai Batanghari yang berada di belakang rumahnya agar bisa diperbaiki, dan bisa memberi rasa aman kepada penduduk rumah lainnya di sekitar abrasi.

Sementara Kepala Desa Pulau Kayu Aro, Hikmah juga mengungkapkan abrasi yang berada di desa nya sudah terjadi sejak tahun 2015 yang lalu.

Baca juga: Denda PPKM di Kota Jambi Mencapai Rp 475 Juta, Warga Tanya Kemana Duitnya?

Baca juga: Lima Dokter di Tebo Terpapar Covid-19, Begini Kondisinya Kini

Dampak dari abrasi tersebut, sudah puluhan rumah warga nya yang pindah ke tempat lebih aman.

"Hingga saat ini ada sekitar 50 rumah warga kami yang berada di lokasi abrasi juga ikut terancam, dan dikhawatirkan ikut longsor,"kata Hikmah.

Dirinya juga menjelaskan, pada tahun 2016 lalu lokasi abrasi tersebut sudah mendapatkan pembangunan turap, kini turap tersebut kembali longsor.

Dilokasi abrasi tersebut setidaknya terdapat 4-5 titik yang sering terjadi longsor, hingga panjangnya mencapai 500 meter.

"Dengan kondisi abrasi itu, kami sudah pernah mengajukan proposal ke balai sungai untuk diperbaiki, kami juga berharap agar segera ditangani dan bisa memberikan rasa aman terhadap warga kami,"tutupnya.

(tribunjambi.com/ Hasbi Sabirin)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved