Breaking News:

Dua Desa di Batanghari Batal Ikut Pilkades Serentak, Syarat Calon Kades Dipermasalahkan

Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Batanghari akan dilaksanakan 20 hari lagi.

Penulis: A Musawira | Editor: Teguh Suprayitno
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Batanghari akan dilaksanakan 20 hari lagi.

Sebanyak 249 orang calon kepala desa (Cakades) akan memperebutkan kursi kades di 60 desa. Sebelumnya gelaran Pilkades ini dikutin oleh 62 desa.

Selama tahapan Pilkades berjalan ada dua desa dibatalkan untuk mengikuti Pilkades serentak tahun ini dan akan kembali mengikuti pada 2022 mendatang.

Kedua desa tersebut yakni Desa Peninjauan dengan bakal calon sembilan orang dan Desa Simpang Rantau Gedang dengan jumlah bakal calon enam orang.

Informasi ini disampaikan Sufriadi selaku Kasi Pembinaan Administrasi dan Pemerintah Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Batanghari, pada Kamis (5/8/2021).

Menurut dia dibatalkannya dua desa itu dipicu adanya sanggahan dari bakal calon terkait verifikasi bahan yang belum lengkap oleh bakal calon yang lain.

“Pantia pemilihan kepala desa atau PPS sebelum memutuskan atau menetapkan bakal calon sebagai calon ada beberapa calon tidak diundang,” katanya.

Baca juga: Sering Longsor, Warga Pulau Kayu Aro Cemas Rumahnya akan Roboh Karena Abrasi Sungai Batanghari

Baca juga: Denda PPKM di Kota Jambi Mencapai Rp 475 Juta, Warga Tanya Kemana Duitnya?

Baca juga: Gelagapan Hadapi Wartawan Usai Diperiksa KPK, Eks Anggota DPRD Jambi Salah Masuk Toilet Wanita

Ia mengatakan terkait hal itu ada bakal calon yang masih keberatan atas hasil yang diputuskan oleh panita.

“Akan kita rapatkan lagi dengan panitia kabupaten untuk dua desa ini. Sedangkan Cakades yang sudah ditetapkan paling banyak ini berjumlah lima orang dengan tamatan didominasi sarjana. Kita harapkan mereka yang bertarung harus memegang penuh sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu jumlah daftar pemilih tetap (DPT) dari 60 desa itu berjumlah 8.369 DPT yang nantinya akan menggunakan hak suaranya di 293 TPS.

“Kita sudah mulai mencetak surat suara. Saya harapkan yang mencoblos nantinya harus membawa undangan dan KTP elektronik ke TPS,” pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved