Breaking News:

Nelayan di Tanjab Timur

Minyak Bayat Menghilang, Nelayan di Tanjung Jabung Timur Kesulitan Untuk Berlayar

Berita Tanjab Timur - Pemberantasan peredaran minyak bayat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus dilakukan.

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Nelayan di Tanjab Timur. Saat ini nelayan tiga kecamatan di Tanjung Jabung Timur kebingungan mencari stok bahan bakar solar untuk kapal-kapal mereka. 

Minyak Bayat Menghilang, Nelayan di Tanjung Jabung Timur Kesulitan Untuk Berlayar

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pemberantasan peredaran minyak bayat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur terus dilakukan.

Tapi, ketersediaan minyak di solar packed dealer nelayan (SPDN) resmi masih belum memadai.

Dampak dari pemberantasan minyak solar ilegal atau yang lebih dikenal dengan minyak bayat, membuat  nelayan harus kembali membeli minyak di agen resmi yakni SPDN Kuala Jambi.

Tapi, hal tersebut justru berdampak pada ketersediaan minyak resmi itu sendiri, yang dinilai cepat habisnya stok yang telah dialokasikan.

Satu penyebabnya karena banyak nelayan yang membeli bahkan memborong secara kelompok.

Saat ini nelayan tiga kecamatan di Tanjung Jabung Timur, yakni Nipah Panjang, Mendahara dan Kecamatan Kuala Jambi mulai kebingungan mencari stok bahan bakar solar untuk kapal-kapal mereka.

Sanusi (36) satu nelayan mengatakan, kekurangannya pasokan ini dikarenakan banyak minyak eceran solar mulai menghilang. 

Pada umumnya nelayan kerap membeli minyak ilegal atau biasa disebut minyak bayat yang dijual dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan BBM solar bersubsidi dari pemerintah.

"Kalau kami nelayanni yang penting kami bisa melaut, kondisi seperti saat ini apalagi jadi tumpuan kami selain melaut," ujarnya.

Ia berharap permasalahan minyak solar ini agar segera menemukan solusi. Mengingat ketersediaan bahan bakar sangat berpengaruh dengan produktivitas perekonomian nelayan di kuala jambi ini. (tribunjambi/abdullah usman)

Jaksa Masuk Kampung Nelayan, Program Kejari Tanjab Barat Berikan Edukasi Hukum Hingga Bantuan

Indonesia Meraih Medali Emas, Kini Berada di Peringkat 34 Dunia dan Nomor 1 di Asia Tenggara

87 Orang Muarojambi Meninggal Akibat Covid-19, Tersebar di 11 Kecamatan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved