Breaking News:

UMKM Jambi

Lulusan Universitas Negeri di Bandung Ini Berhasil Ubah Jajanan Tradisional Jambi Menjadi Kekinian

Berita Jambi-Hendri Tandri umurnya baru 24 tahun, namun ide bisnisnya cukup memberikan pilihan bagi warga bagi industri kuliner Kota Jambi.

Penulis: M Yon Rinaldi | Editor: Nani Rachmaini
(Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).
Lulusan UNPAD ini, Berhasil Ubah Jajanan Tradisional Jambi Menjadi Kekinian 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Hendri Tandri umurnya baru 24 tahun, namun ide bisnisnya cukup memberikan pilihan bagi warga bagi industri kuliner Kota Jambi.

Pria supel ini berhasil mengubah minuman lawas Kota Jambi menjadi minuman Kekinian yang banyak dicari orang.

Minuman tersebut adalah Es bubur Sumsum. Di tangan Hendri minuman yang mampu menghadirkan kesegaran bagi penikmatnya tersebut diberikan sentuhan khusus sehingga lebih modern baik dari segi kemasan maupun rasa.

Walaupun telah memberikan sentuhan khusus dari segi rasa, namun tidak merubah cita rasa khas dari bubur sumsum ini.

Hadir dengan brand Soemsoem, Hendri saat ini mampu menarik minat anak mudah Jambi untuk berlari menikmati minuman lawas ini.

Menariknya, walaupun menyasar brand kaum milenial namun Hendri tidak membutuhkan outlet khusus atau menjual produknya di mall dengan sewa yang mahal.

Dia hanya memanfaatkan teras ruko di pinggir jalan yang ada di Simpang Talang Banjar.

Lokasi jualan Hendri sendiri berada di dekat lampu merah Simpang Talang Banjar yang mengarah ke Lippo Mall.

Di teras tersebut Hendri hanya menyediakan lapak meja yang cukup modern dari segi desain dan juga kebersihan, sehingga konsumen tidak segan untuk mampir dan menikmati es buatanya.

Saat ini Hendri telah memiliki tiga karyawan wanita cantik nan modis yang menjadi daya tarik sendiri untuk konsumennya mau singgah.

Hendri tidak hanya piawai dalam hal menghasilkan produk yang keren, tapi juga cerdik dalam membentuk brand dan manajemen pemasaran.

Pemilihan Brand Soem-soem sebagai nama dagang nya bisa dikatakan cukup cerdas. Pelafalan yang sekilas mirip sum-sum nama asli dari bubur ini membuat orang sangat familiar dan mudah dicerna. Selain itu juga menjadi tidak pasaran dan malah terkesan unik.

Promosi pemasaran juga terbilang cukup efektif dengan memanfaatkan sosial media instagram. Dimana segmen pasar yang menjadi sasaran nya rata-rata menggunakan media sosial tersebut untuk berinteraksi.

Tak heran jika saat ini omsetnya sudah mampu menembus Rp 2 juta perhari.( Tribunjambi.com / M Yon Rinaldi ).

Baca juga: Cara Herni Kembangkan Hobi Tanaman Hias Sampai Menghasilkan Pundi-pundi Rejeki Bernilai Jutaan

Baca juga: Gunakan Alat Masak Khusus, Roti Bakar Premium di Simpang Chandra Ini Bisa Hangat Lebih Lama

Baca juga: Roti Bakar Premium di Simpang Chandra Ini Hadirkan 50 Varian Rasa

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved