Breaking News:

Penanganan Covid 19

BENARKAH Penerima Vaksin Sinovac Akan Dapat Suntikan Dosis Ketiga Tahun Depan? Ini Alasannya

Meski begitu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengisyaratkan adanya pemberikan suntikan dosis ketiga bagi para penerima vaksin Covid-19

ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/rwa.
ILUSTRASI - Petugas kesehatan menyuntikan vaksin kepada seorang karyawan perbankan di Mandiri University ,Batam, Kepulauan Riau, Jumat (26/3). 

TRIBUNJAMBI.COM - Saat ini seluruh dunia sedang menggencarkan realisasi vaksinasi kepada seluruh masyarakatnya, termasuk Indonesia.

Namun ada desas-desus soal pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga.

Bila sebelumnya, sempat diberitakan bahwa seluruh tenaga kesehatan akan mendapat suntikan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau vaksin booster.

Hal ini pun guna memperkuat antibodi kepada para pahlawan garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19 tersebut.

Meski begitu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga mengisyaratkan adanya pemberikan suntikan dosis ketiga bagi para penerima vaksin Covid-19 Sinovac.

iLUSTRASI Vaksinasi - Otoritas Jasa Keuangan Jambi Adakan Vaksinasi Massal Untuk Pelayanan Publik Sektor Jasa Keuangan di Jambi
iLUSTRASI Vaksinasi - Otoritas Jasa Keuangan Jambi Adakan Vaksinasi Massal Untuk Pelayanan Publik Sektor Jasa Keuangan di Jambi (Vira Ramadhani/tribunjambi)

Seperti yang dilaporkan, tim peneliti asal China telah merilis hasil penelitian yang menunjukkan antibodi dari vaksin Sinovac menurun 6-8 bulan setelah vaksinasi.

Sebuah penelitian itu diterbitkan dalam MedRxiv pada Minggu (25/7/2021) yang memperlihatkan uji coba penyuntikan dosis ketiga vaksin Sinovac dalam dua skenario.

Dalam skenario pertama, relawan menerima dosis ketiga vaksin 28 hari setelah dosis kedua.

Namun, dalam skenario kedua relawan menerima dosis ketiga vaksin Sinovac 6 bulan atau lebih setelah dosis kedua. Skenario kedua ini terbukti lebih efektif.

"Dosis ketiga CoronaVac yang disuntikkan 6 bulan atau lebih setelah dosis kedua dengan efektif memicu kembali respon imun spesifik untuk SARS-CoV-2, menghasilkan sebuah peningkatan signifikan pada level antibodi," tulis dari laporan penelitian itu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved