Breaking News:

Kuswara Pernah Diancam Pakai Parang, Ikhtiar Manggala Agni Anak Desa Jaga Hutan

Dalam hal ini, kegiatan deteksi dini, pencegahan dan edukasi kepada masyarakat adalah beberapa dari upaya kunci yang dilakukan oleh berbagai

Editor: Edmundus Duanto AS
Istimewa
Manggala Agni, penjaga hutan 

Memasuki musim kemarau di Indonesia yang umumnya terjadi pada April hingga Oktober, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ada di depan mata.

Oleh karena itu pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan adalah suatu hal yang sangat krusial untuk diperhatikan seluruh pihak.

Dalam hal ini, kegiatan deteksi dini, pencegahan dan edukasi kepada masyarakat adalah beberapa dari upaya kunci yang dilakukan oleh berbagai pihak salah satu di antaranya Manggala Agni yang merupakan garda terdepan dalam pengendalian kebakaran lahan dan hutan di lapangan.

Berikut ini kisah petugas Manggala Agni, pahlawan pelindung hutan dari amukan api.

Ada sebuah kalimat bijak, "api kecil menjadi teman, api besar menjadi lawan".

Sepenggal kalimat itulah yang selalu memotivasi Kuswara, selama menjalani profesinya sebagai polisi hutan di Provinsi Jambi.

Bapak tiga anak ini kini menjabat sebagai Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni Muara Tebo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Manggala Agni, penjaga hutan di Kabupaten Tebo
Manggala Agni, penjaga hutan di Kabupaten Tebo (Istimewa)

Sebagian besar hidupnya, dihabiskan untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Jambi.

Polisi hutan bukanlah sebuah profesi dan pekerjaan yang mudah. Mengingat, peristiwa karhutla di Indonesia, terutama di Jambi, selalu terjadi setiap tahun.

Selama 14 tahun lamanya, Kuswara berjibaku dalam mengendalikan karhutla.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved