Breaking News:

Berita Batanghari

VIDEO Ratusan Warga Batanghari Belum Menikmati Air Bersih, Proyek Pemasangan SR MBR Dinilai Mubazir

Berita Batanghari-Sudah satu tahun, masyarakat di Desa Rantau Puri Kecamatan Muara Bulian kesulitan mendapatkan air bersih.

Penulis: A Musawira | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN-Sudah satu tahun, masyarakat di Desa Rantau Puri Kecamatan Muara Bulian kesulitan mendapatkan air bersih.

Sebab Sambungan Rumah (SR) tangga yang dipasang oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Batanghari tak kunjung mengalir.

PDAM Tirta Kabupaten Batanghari menerima proyek hibah bantuan sambungan air minum terhadap 453 SR wilayah Desa Rantau Puri anggaran APBN 2020 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Meski berlabel gratis, hingga saat ini warga Desa Rantau Puri belum bisa menikmati program Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) itu.

Hal ini disampaikan Yuliarni selaku Sekretaris Desa Rantau Puri, pada Kamis (29/7/2021).

Menurutnya kondisi saat ini belum juga mengalir sempurna. Setidaknya dari RT 1 sampai RT 10 setiap rumah mendapatkan program air hibah ini dengan pemasangan meteran air dan pipa sambungan secara gratis.

"Masyarakat memang belum ada melaporkan keluhan ini kepada pihak desa. Namun secara pembicaraan telah disampaikan kepada Ketua RT dan Kepala Dusun,” ujar Yuliarni selaku Sekretaris Desa Rantau Puri.

Ia menuturkan waktu pemasangan warga yang ingin mendapatkan program ini hanya perlu menyiapkan kartu keluarga (KK) dan daya listrik.

Sejauh ini, warga desa menggunakan sumur pribadi, sumur bor dan MCK umum
beberapa titik dari dana desa.

"Kita berharap sambungan air ini cepat ngalir, supaya bisa dimanfaatkan," katanya.

Warga RT 02 Desa Rantau Puri, Abdul Karim (53) mengatakan SR yang telah dipasang satu tahun belakangan ini dipasang secara gratis, tapi masyarakat tidak menikmati sampai saat ini.

“Masyarakat inginkan pemerintah jangan tinggal diam, jangan asal-asalan menggunakan uang pemerintah aliran air itu semestinya dapat dimanfaatkan,” ungkapnya.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah harus memperhatinkan kebutuhan masyarakat, jika air bersih maka dibuat sesuai perencanaan, jangan terjadi seperti yang ada di desa ini, mubazir.

"Masyarakat yang berada didataran tinggi kalau musim kemarau masih kekurangan air. Apalagi ini pandemi Covid-19 jadi harus banyak membutuhkan air. Kita dari masyarakat berharap air PDAM ini lancar sebagaimana semestinya,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved