Breaking News:

Sidang Perdana Dugaan Korupsi di Dinas Damkar Sarolangun Digelar

Berita Jambi-Jaksa mendakwanya melakukan atau turut serta melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri

Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI/RIFANI HALIM
Kejaksaan Negeri Sarolangun menetapkan tersangka kasus korupsi Damkar sarolangun sebagai tahanan kota 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sidang perdana perkara dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sarolangun atas terdakwa Syefriansyah digelar, Kamis (29/7/2021).

Dalam sidang ini, penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Sarolangun membacakan dakwaan.

Jaksa mendakwanya melakukan atau turut serta melakukan, secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan Negara atau perekonomian Negara.

"Bahwa berdasarkan Keterangan Ahli Auditor Inspektorat Kabupaten Sarolangun menjelaskan kerugian negara/daerah yang ditimbulkan oleh Terdakwa sebesar Rp.409.925.000 dan ditemukan satu kegiatan yaitu kegiatan lomba ketangkasan atau skill kompetisi personel pemadam kebakaran yang anggaran kegiatannya tidak dicairkan dengan jumlah sebesar Rp.30.000.000," jaksa membacakan dakwaan.

Perkara ini ditangani jaksa Abdul Harris A dan Gelora Dewi Hutahayan.

Perbuatan itu diduga dilakukan terdakwa saat menjabat sebagai bendahara dinas pada tahun 2017 lalu.

Jaksa mendakwa dengan dakwaan primer pasal 2 ayat (1), subsider pasal 3 ayat (1), atau lebih subsider pasal 8 Jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
Perkara itu akan diadili hakim ketua Yandri Roni dan dua hakim anggota Yopis dan Amir Aswan.

Terkait dakwaan tersebut, Syefrinsyah melalui penasihat hukumnya tidak mengajukan keberatan (eksepsi).
Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim mengagendakan sidang dengan acara pembuktian.

"Sidang ditunda sampai hari Kamis, 5 Agustus 2021. Memerintahkan jaksa penuntut umum menghadirkan saksi untuk perkara ini," kata hakim ketua.

(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan AJ)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved