Breaking News:

Serapan Anggaran di Tanjab Timur

Serapan Anggaran Dinas Perkim Paling Terendah di Seluruh OPD Tanjung Jabung Timur

Berita Tanjab Timur - Serapan APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, baru mencapai 34,42 persen atau sebesar Rp 391,7 Miliar

Penulis: Abdullah Usman | Editor: Rahimin
tribunjambi/abdullah usman
Serapan anggaran Dinas Perkim Kabupaten Tanjung Jabung Timur paling terendah. 

Serapan Anggaran Dinas Perkim Paling Terendah di Seluruh OPD Tanjung Jabung Timur

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Sampai 26 Juli 2021, serapan APBD Kabupaten Tanjung Jabung Timur, baru mencapai 34,42 persen atau sebesar Rp 391,7 Miliar dari pagu anggaran sebesar Rp 1,138 Triliun.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Tanjabtim, Nusirwan melalui Kabid Keuangan, Reza Fahlevi mengatakan, untuk serapan anggaran di OPD-OPD, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) yang berada peringkat terendah, yakni baru 17,91 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 56,4 Miliar.

"Rendahnya serapan anggaran Dinas Perkim karena proses DAK nya belum jalan. Kalau belanja modal Dinas Perkim itu sebesar Rp 22 Miliar sudah termasuk DAK sebesar Rp 12,5 Miliar. Kalau uangnya sudah masuk ke Kasda, tinggal menunggu pihak Dinas Perkim memasukan berkas pencairan," katanya, Kamis (29/7/2021).

Kemudian untuk OPD dengan serapan tertinggi berada pada Pemerintahan Kecamatan Muara Sabak Timur sebesar 66,95 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 3,6 Miliar. Hal itu dikarenakan realisasi belanja modalnya cepat, lantaran untuk penanganan Covid-19 di tingkat kelurahan.

"Sementara, untuk Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) sudah cukup lumayan serapan anggarannya, yakni sudah mencapai 31,76 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 153,1 Miliar. Dalam kondisi saat ini (pandemi), Dinas PU-PR sudah bisa mencapai angka di 30 persen, itu sangat bagus," jelasnya.

Reza menjelaskan, untuk target serapan anggaran di semester pertama pada tahun 2021 ini sebesar 40 persen, yakni 30 persen uang awal muka dan 10 persen belanja operasinya. Namun, itu tergantung juga, karena OPD ini kan banyak belanja modalnya dari pada belanja operasinya. 

"Kalau sebenarnya serapan anggaran di OPD pada bulan Enam lalu seharusnya sudah 50 persen, tapi kalau untuk Dinas PU-PR, Dinas Perkim, Dinas Pendidikan dan Kesehatan tidak bisa diukur harus 50 persen sekarang, karena uang muka fisiknya itu besar," ujarnya.

Ditambahkan Reza, untuk realisasi belanja saat ini sudah mencapai 33,04 persen atau sebesar Rp 376 Miliar dari pagu anggaran. Dari realisasi belanja, Dia merincikan belanja operasi sudah 40,48 persen, belanja barang dan jasa 29,25 persen dan belanja modal 23 persen. 

"Serapan APBD dan realisasi belanja beda lagi. Kalau realisasi belanja sudah 33,04 persen atau Rp 376 Miliar," pungkasnya. (Tribunjambi/abdullah usman)

Pikirkan Masyarakat, Al Haris Tegaskan OPD Maksimalkan Program dan Serapan Anggaran Hadapi Covid-19

Baca juga: BREAKING NEWS Pelaku Pembunuhan di Desa Pasir Mayang Tebo Ditangkap Polisi dan Diberi Timah Panas

Covid-19 Varian Delta Masuk Provinsi Jambi, Wali Kota Jambi Syarif Fasha Belum Dapat Laporan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved