Breaking News:

Berita Internasional

COBA Provokasi China, AS Kirim Dua Lusin Jet Tempur Siluman F-22 ke Pasifik

Bak tindakan provokasi, Amerika Serikat melalui angkatan udaranya mengirim lebih dari dua lusin pesawat tempur siluman F-22 untuk menggelar latihan

Editor: Andreas Eko Prasetyo
US Air Force/wikimedia.org
Ilustrasi-jet tempur Amerika Serikat 

TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON - Bak tindakan provokasi, Amerika Serikat melalui angkatan udaranya mengirim lebih dari dua lusin pesawat tempur siluman F-22 untuk menggelar latihan di Pasifik barat bulan ini.

Penyebaran besar dari jet tempur ini tampaknya untuk mengirim pesan yang kuat kepada China.

Seperti melansir dari Wionews.com, Angkatan Udara AS mengatakan, bahwa dalam Operasi Pacific Iron 2021 bulan ini di pulau Guam dan Tinian, sekitar 25 F-22 Raptors dari Pengawal Nasional Udara Hawaii dan Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson, Alaska, akan dikerahkan.

Pesawat Siluman F-22 Raptor
Pesawat Siluman F-22 Raptor (net)

"Kami belum pernah memiliki Raptor sebanyak ini yang dikerahkan bersama di wilayah operasi Angkatan Udara Pasifik," ungkap Komandan Pasukan Udara Pasifik Jenderal Ken Wilsbach.

Diluncurkannya pesawat tempur paling canggih di dunia, F-22 adalah jet tempur generasi kelima di AS.

Sementara itu, pemerintah AS juga pada hari Jumat mengeluarkan nasihat bisnis di Hong Kong yang memperingatkan soal perusahaan tentang "risiko yang meningkat" yang "dapat berdampak buruk pada bisnis dan individu yang beroperasi di Hong Kong."

Pemerintahan Biden juga turut menjatuhkan sanksi terhadap tujuh pejabat China atas tindakan keras China terhadap gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.

Namun, kementerian luar negeri China turut mengecam pemerintah AS yang menyatakan bahwa hal tersebut murni urusan dalam negeri China.

Baca juga: Pentagon AS Lagi-lagi Dibuat Cemas dengan Manuver China, Negeri Panda Disebut Bangun 110 Silo Rudal

Baca juga: AS Sebut Pembangunan Nuklir China Menghawatirkan: Tentang Meningkatnya Ancaman yang Dihadapi Dunia

Baca juga: HASIL Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Praveen/Melati Melaju ke Perempatfinal Lawan Wakil China

"Amerika Serikat harus mematuhi hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan urusan dalam negeri China dengan cara apa pun," ujar juru bicara kementerian luar negeri China Zhao Lijian.

"China akan menanggapi dengan tegas dan tegas langkah-langkah yang diambil oleh Amerika Serikat," sambungnya.

Presiden Amerika, Joe Biden
Presiden Amerika, Joe Biden (Reuters)

Sebelumnya, Presiden AS Joe Biden mengatakan bahwa dari situasi di Hong Kong telah "memburuk" sambil menambahkan bahwa pemerintah China belum memenuhi sama sekali komitmennya terhadap Hong Kong.

(Kontan)

Berita lainnya seputar Amerika Serikat

Berita lainnya seputar China

SUMBER: KONTAN

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved