Pencatutan Merek RM Aroma Cempaka

Awal Polemik Pencatutan Merek Rumah Makan Aroma Cempaka Kota Jambi Yang Dilaporkan ke Polda Jambi

Berita Kriminal - Hak merek Rumah Makan Aroma Cempaka Kota Jambi berujung laporan ke Polda Jambi.

Penulis: Aryo Tondang | Editor: Rahimin
Aryo Tondang/tribunjambi
Kuasa hukum Sidi Janidi, Ilham Kurniawan menggelar jumpa pers terkait kasus pencatutan hak merek. Awal Polemik Pencatutan Merek Rumah Makan Aroma Cempaka Kota Jambi Yang Dilaporkan ke Polda Jambi 

Awal Polemik Pencatutan Merek Rumah Makan Aroma Cempaka Kota Jambi Yang Dilaporkan ke Polda Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Hak merek Rumah Makan Aroma Cempaka Kota Jambi berujung laporan ke Polda Jambi.

Kasus pencatutan merek Rumah Makan Aroma Cempaka ini dikabarkan pihak Polda Jambi sudah menetapkan satu tersangka.

Kasus pencatutan merek Rumah Makan Aroma Cempaka ini dilaporkan Sidi Janidi ke Polda Jambi.

Sidi Janidi melaporkan adiknya sendiri, Armen yang diduga mencatut merek Rumah Makan Aroma Cempaka.

Sidi Janidi melaporkan Armen ke Polda Jambi, setelah tidak menemukan jalan keluar melalui mediasi di Kanwil Kemenkumham Jambi, pada Mei Tahun 2019 lalu.

Sidi Janidi terpaksa melaporkan Armen atas kasus penggunaan merek Aroma Cempaka tanpa izin.

Menurut keterangan kuasa hukum Sidi Janidi, Ilham Kurniawan, kliennya tersebut merupakan orang pertama yang mendaftarkan merek Aroma Cempaka ke Kanwil Kemenkumham Jambi.

Setelah bergulir sekian lama, Ilham mengatakan, saat ini penyidik Polda Jambi telah menetapkan Armen sebagai tersangka.

Menurut Ilham Kurniawan, dari sejumlah alat bukti yang di kumpulkan oleh Polda Jambi, Armen terbukti melakukan tindak pidana.

Armen diduga melanggar Pasal 100 ayat nomor 20 tentang ketentuan merek dagang, dimana disebutkan, setiap orang yang dengan tanpa hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek terdaftar milik pihak lain untuk barang dan/atau jasa sejenis yang diproduksi dan/atau diperdagangkan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun penjara, dan denda Rp 2 miliar.

"Keterangan dari Penyidik Polda Jambi, terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Ilham, Selasa (27/7/2021) sore saat menggelar jumpa pers.

Ilham Kurniawan bilang, pihaknya telah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), atas kasus yang dia tangani.

"Kita sudah terima SP2HP dari Penyidik Polda Jambi," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved