FGD UIN Jambi Sarikan Poin Penting Penyandang Disabilitas Perlu Diperhatikan Dari Segala Aspek
Berita Jambi-Pusat Kajian Disabilitas Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, turut berpartisipasi aktif pada FGD
Penulis: Ade Setyawati | Editor: Nani Rachmaini
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pusat Kajian Disabilitas Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi, turut berpartisipasi aktif pada Focus Group Discussion (FGD).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) bekerjasama dengan USAID Mitra Kunci melalui zoom meeting.
Diskusi dalam kegiatan ini diawali dengan paparan Narasumber. Tim Peneliti ELSAM sebagai Narasumber pertama, kemudian dilanjutkan dengan narasumber kedua dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Menurut Peraturan Pemerintah No 70 tahun 2019 tentang Perencanaan, Penyelenggaraan, dan Evaluasi terhadap Penghormatan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas mengamanatkan untuk meningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia penyandang disabilitas.
Yang terdata pada bulan Januari 2021, jumlah penyandang disabilitas sebanyak 209.604 jiwa, berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Penyandang Disabilitas (SIMPD).
Dengan jumlah tersebut, tentu saja patut menjadi perhatian pemerintah baik dari aspek kesejahteraan, pendidikan, hingga pekerjaan.
Ketua Pusat Kajian Disabilitas UIN STS Jambi menyampaikan beberapa poin penting pada kesempatan kali ini.
•Sudah saatnya pemerintah memikirkan untuk membentuk Kementerian khusus disabilitas di Indonesia, termasuk penganggarannya;
•Mendorong lahirnya setiap perguruan tinggi memiliki pusat kajian disabilitas sebagai wadah untuk memberikan informasi terkait disabitas di setiap daerah;
•Mendorong setiap perguruan tinggi menyediakan volunteer (relawan) bagi disabilitas sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan;
•Melakukan gerakan masif pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan mindset di masyarakat bahwa kelompok difabel merupakan bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung harkat dan martabatnya; dan
•Perlunya setiap pusat kajian disabilitas memiliki jurnal khusus disabilitas dengan tujuan berbagi informasi untuk pencerahan kepada masyarakat.
Hasil dari FGD yang dilaksanakan ialah sebagai berikut.
•Mengidentifikasi langkah reformasi kebijakan (pengembangan kerangka kebijakan/hukum) yang telah dikembangkan pasca pengesahan Konvensi Hak-Hak Orang dengan Disabilitas yang dapat diletakkan sebagai faktor pendukung inklusivitas dan akses atas pekerjaan bagi orang-orang dengan disabilitas;
• Mengidentifikasi titik-titik kesenjangan yang dapat diletakkan sebagai faktor kontribusi menjadi tantangan dalam merealisasikan inklusivitas dan akses atas pekerjaan bagi orang dengan disabilitas;
• Mengidentifikasi langkah pengembangan kerangka kebijakan/hukum yang dapat berperan dalam menutup kesenjangan yang ada dan prasyarat (modalitas) yang diperlukan agar kebijakan/hukum bekerja secara efektif dalam menjamin penikmatan inklusivitas dan akses atas pekerjaan bagi orang-orang dengan disabilitas di masa mendatang.
"Melalui kegiatan FGD tersebut, Pusat Kajian Disabilitas UIN STS Jambi berkomitmen untuk berperan aktif dalam kajian-kajian dan kegiatan terkait kaum disabilitas," tutup Syahran Jailani selaku Ketua Pusat Kajian Disabilitas UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Hal ini sesuai dengan visi UIN STS Jambi sebagai Lokomotif Perubahan Sosial Unggul Nasional menuju Internasional dengan Semangat Moderasi dan Entrepreneurship Islam.
Pusat Kajian Disabilitas UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi merupakan salah satu pusat kajian yang konsentrasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat umum.