Berita Sungaipenuh

Wako Ahmadi Akui Banyak Pedagang Jualan di Badan Jalan Kota Sungaipenuh

Pantauan Tribunjambi.com bukan cuma mobil yang parkir di badan jalan. Namun di Kota Sungaipenuh juga banyak terdapat pedagang yang memanfaatkan badan

Penulis: Herupitra | Editor: Andreas Eko Prasetyo
tribunjambi/herupitra
Wali Kota Ahmadi Zubir 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Jalan di Kota Sungaipenuh terasa sempit. Hal itu dikarenakan banyak kendaraan dan pedagang yang parkir dan berjualan di badan jalan.

Pantauan Tribunjambi.com bukan cuma mobil yang parkir di badan jalan. Namun di Kota Sungaipenuh juga banyak terdapat pedagang yang memanfaatkan badan jalan sebagai tempat berjualan

Pedagang yang berjualan di badan jalan pada umumnya menggunakan mobil atau biasa disebut PKL bermobil.

Baca juga: Anies Baswedan Klaim IGD di DKI Jakarta Mulai Banyak yang Kosong

Baca juga: Virus Corona Disebut Buatan AS, China hingga Tentara Allah, Begini Kata Mahfud MD

Baca juga: Kartu Kendali Gas Elpiji Bersubsidi yang Dijanjikan Pemkab Muarojambi Masih Dievaluasi Dinas Teknis

Sejumlah mobil beserta barang dagangan tampak terparkir di pinggir jalan. Pemadangan ini bisa dilihat di jalan tertib lalu lintas di seputaran bundaran jam Gadang Sungai Penuh.

Seperti yang terdapat di depan kantor PLN Sungaipenuh. Jalan jalur dua itu berjejer pedagang bermobil.

Sebagian besar dari PKL bermobil ini menjual buah-buahan, parfum, pakaian dan lain sebagainya. Jenis kendaraan yang digunakan pun bervariasi, mulai dari mobil bak terbuka hingga mini bus.

Tidak dipungkiri keberadaan PKL bermobil itu kerap menjadi biang kemacetan yang terjadi di kawasan itu. Selain memakan badan jalan, pedagang bermobil tersebut menimbulkan kesemrawutan.

Sebab pembeli yang melintas tak jarang berhenti di badan jalan sehingga mempersempit ruas jalan bagi pengendara lain.

“Jalan di kota Sungai Penuh ini sudah sempit. Kini ditambah lagi maraknya pedagang yang menggunakan mobil berjualan dibadan jalan, tentu membuat jalan bertambah sempit,” sesal warga yang melintas.

Seharusnya sebutnya, pihak terkait seperti Dishub Kota Sungai Penuh bisa untuk menertibkan. Sebab hampir separuh badan jalan dipakai untuk berjualan dengan menggunakan mobil.

“Harus ditertibkan, kalau tidak kota sungai penuh akan semrawut,” sesal warga.

Maraknya pedagang yang berjualan di badan jalan diakui oleh wali kota Sungai Penuh, Ahmadi Zubir. Hal itu disampaikannya saat mengelar Coffee Morning bersama awak media pekan kemarin.

"Ya, saya lihat sekarang bukan bahu jalan lagi sebagai tempat berjualan, tapi badan jalan yang dijadikan tempat berdagang," kata Wako Ahmadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved