Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Hidup Seperti yang Tuhan Kehendaki

Bacaan ayat: Yohanes 1:22-23 (TB) Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apaka

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Ilustrasi renungan harian 

Mengapa ia begitu bodoh, padahal kesempatan untuk menjadi tenar dan terkenal ada di depan mata?

Jika Yohanes Pembaptis fokus pada kepentingan diri, sangat mungkin dia akan mencuri kemuliaan Mesias.

Ia melihat kehidupannya bukan dalam kacamata dirinya sendiri. Ia memilih melihat kehidupannya sebagai bagian dari sejarah karya penyelamatan Allah.

Ia menemukan posisi dirinya sebagai pembuka jalan bagi hadirnya Sang Mesias. Dengan tegas dia menjawab, "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."

Pada tahap ini, sangat diperlukan kepekaan iman untuk melihat karya Allah bukan hanya berpusat pada diri sendiri, namun berpusat pada Allah yang berkarya dalam sejarah.

Setiap orang hadir dalam kehidupan untuk sebuah tujuan. Allah menciptakan setiap orang dengan cara yang unik.

Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, perpaduan antar gen dan DNA, pada sebuah masa, di sebuah tempat, dengan pengalaman kehidupan yang menyekitarinya.

Setiap orang mempunyai potensi dasar yang sama, kemudian mendapatkan kebebasan untuk memilih.

Belajar dari Yohanes Pembaptis, mari mau fokus pada karya Allah atas kehidupan kita secara pribadi.

Pertama, terus peka dimana Allah sedang menempatkan kita. Penderitaan tidak boleh membuat kita kehilangan fokus kepada Allah.

Kedua, ambil bagian sesuai peran yang kita temukan. Setiap orang bisa menjadi siapa saja dan apa saja.

Menemukan bagian akan jelas terlihat dalam kebersamaan. Disandingkan dengan sesama, akan terlihat potensi apa yang menonjol pada setiap orang.

Tidak perlu iri hati atau kecewa ketika terjadi perbedaan. Segala potensi dipakai Allah dalam karya-Nya; tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah.

Ketiga, nikmati setiap proses sebagai cara Tuhan untuk mendewasakan iman. Yohanes Pembaptis mengambil jalan yang berbeda dengan Mesias.

Ternyata kehidupannya singkat. Meskipun demikian, pernyataannya telah membawa dampak besar bagi kehidupan banyak orang untuk menemukan Mesias.

Saatnya untuk berkarya bagi kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaan diri sendiri.

Amin

Renungan oleh Pdt Feri Nugroho S.Th, GKSBS Palembang Siloam

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved