Breaking News:

Zona Merah di Batanghari

Daftar 14 Desa dan Kelurahan di Batanghari Berstatus Zona Merah Penyebaran Covid-19

Berita Batanghari - Setiap pekan sekali pihaknya merilis tingkat risiko penularan Covid-19 atau zona perdesa dan kelurahan termasuk kecamatan

Penulis: A Musawira | Editor: Rahimin
(Tribunjambi/A Musawira)
dr Elfie Yennie. Daftar 14 Desa dan Kelurahan di Batanghari Berstatus Zona Merah Penyebaran Covid-19 

Daftar 14 Desa dan Kelurahan di Batanghari Berstatus Zona Merah Penyebaran Covid-19

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sebanyak 14 desa dan kelurahan pada lima kecamatan di Kabupaten Batanghari ditetapkan ke status zona merah (risiko tinggi) penyebaran Covid-19 satu pekan ini. 

Berdasarkan rilis terakhir Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari pada 19 Juli 2021, dari delapan kecamatan ada tiga kecamatan dalam zona merah yaitu Batin XXIV, Muara Bulian dan Kecamatan Bajubang.

Kecamatan Batin XXIV ada lima desa yang berada dalam kategori zona merah yaitu Bulian Baru, Terentang Baru, Mata Gual, Jelutih dan Jangga Baru.

Kecamatan Bajubang yaitu Ladang Peris, Panerokan dan Kelurahan Bajubang.

Kecamatan Muara Bulian yaitu Rengas Condong, Pasar Baru, Kelurahan Teratai dan Muara Bulian.

Kecamatan Maro Sebo Ilir, ada satu Desa berada zona merah yakni Desa Tidar Kuranji. Kecamatan Muara Tembesi satu, yaitu kelurahan Kampung Baru.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Batanghari, dr Elfi Yennie mengatakan bahwa setiap pekan sekali pihaknya selalu merilis tingkat risiko penularan Covid-19 atau zona perdesa dan kelurahan termasuk juga kecamatan.

“Ada sekira 14 desa/kelurahan berstatus merah dalam pekan ini. Penetapan status ini fungsinya adalah sebagai panduan untuk pembatasan kegiatan masyarakat,” katanya, Minggu (25/7/2021).

Kabupaten Batanghari sudah punya Peraturan Bupati tentang izin keramaian yang mengacu kepada zona desa dan kelurahan.

Dengan adanya ini tentu pengendalian terhadap kerumunan akan lebih mudah dilaksanakan.

“Zona ini adalah indikator risiko disuatu tempat. Upaya kita untuk desa kelurahan tersebut supaya keluar dari zona merah tentu lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan dan membatasi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan,” ujarnya.

Pihaknya akan memberlakukan PPKM berbasis mikro secara optimal. Posko desa kelurahan juga diefektifkan dalam hal membantu tracing, testing dan juga mengawasi masyarakat yang sedang melakukan isolasi mandiri.

“Dengan cara-cara seperti ini kita harapkan zona merah bisa keluar dari desa/kelurahan yang berisiko menular ini,” pungkasnya.(tribunjambi/musawira)

Baca juga: Kondisi 3 Jembatan di Desa Alang Alang Tanjab Timur Memprihatinkan, Padahal Dibutuhkan Warga Pesisir

Susi Pudjiastuti Siap Merawat Vino, Bocah yang Ditinggal Meninggal Orang Tua Karena Covid-19

Baca juga: Ketersediaan Oksigen RSUD Hamba Muara Bulian Terpenuhi Hingga Dua Pekan ke Depan

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved