Renungan Kristen

Renungan Harian Kristen - Tuhan Berkenan Untuk Ditemukan

Bacaan ayat: Daniel 4:37 (TB) Jadi sekarang aku, Nebukadnezar, memuji, meninggikan dan memuliakan Raja Sorga, yang segala perbuatan-Nya adalah benar

Editor: Suci Rahayu PK
Instagram @ferinugroho77
Pdt Feri Nugroho 

Asumsinya, hanya Allah yang benar, yang akan bisa mengetahui mimpi dan memaknai artinya.

Kegelisahan yang terjadi menjadi kesempatan berharga bagi Daniel untuk menyatakan apa makna dari mimpi tersebut.

Fakta bahwa Daniel mampu menafsirkan mimpi dan membuktikan kebenarannya, menjadi bukti yang paling valid bagi Nebukadnezar untuk tahu tentang Daniel dan siapa yang disembahnya.

Pada akhirnya Nebukadnezar tunduk dan mengakui bahwa Allah yang disembah Daniel sebagai Tuhan adalah Raja Sorga yang benar, yang mempunyai kuasa melampaui segala-galanya.

Keberadaannya sebagai raja di Babel yang pada awalnya merasa sebagai raja terhebat, pada akhir tunduk dan tidak sebanding dengan Raja Sorga.

Masa modern, diwarnai dengan sikap toleransi dimana keberadaan setiap agama dan kepercayaan diakui. Masing-masing (dalam hati) mengklaim sebagai penyembah Allah yang benar.

Tidak pada tempatnya lagi peperangan menjadi ajang pertarungan iman.

Mengakomodasi semua sesembahan, juga menjadi hal yang terlalu naif untuk dilakukan, karena akan mencampuradukan segala ritual sehingga mengacaukan identitas.

Di era internet, semua orang bisa mengajar dan semua orang bisa belajar.

Tidak ada lagi yang bisa disembunyikan. Kendala bahasa sudah bisa dijembatani dengan adanya penterjemahan.

Pada akhirnya pilihan ada pada kita.

Yang pasti klaim manusia tidak akan pernah bisa mengubah keberadaan Allah, sebagai Tuhan yang benar.

Belajar dari Daniel, kita bisa memilih tetap setia kepada Allah sebagai Tuhan yang benar tanpa harus dipengaruhi oleh apapun dan dimanapun.

Ada tugas penting bagi kita untuk menjadi saksi tentang Allah yang benar. Ada bagian yang harus kita lakukan, yaitu menjadi saksi.

Cara apapun bisa dipakai Allah untuk menyatakan kuasanya. Situasi apapun bisa menjadi konteks dimana Allah sedang menyatakan diri.

Pergumulan apapaun bisa menjadi tempat bagi seseorang untuk menemukan Allah sebagai Tuhan yang benar.

Tanpa harus saling menghakimi, namun melalui akal sehat yang semakin terbuka dengan banyak hal, kita punya tugas untuk terus bersaksi.

Amin

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved