Breaking News:

Berita Jambi

Refokusing Anggaran Pemprov Jambi Sedot Dana TPP 13,14 Serta Gaji ASN Bulan Desember 2021

Berita Jambi-Kini tinggal menunggu Pergub refokusing Mendahului Perubahan diteken Gubernur..

Penulis: Zulkipli | Editor: Nani Rachmaini

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Proses refokusing anggaran di Pemprov Jambi sudah final. Kini tinggal menunggu Pergub refokusing Mendahului Perubahan diteken Gubernur.

Pemprov Jambi akhirnya merefokusing anggaran sebesar Rp228 Miliar untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN) tahun ini.

Jika ditambah dengan DAU yang tertunda akibat keterlambatan refokusing anggaran, secara total anggaran untuk penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi di Pemprov Jambi secara total berjumlah Rp530 Miliar.

Anggaran itu diambil dari semua OPD di lingkup Pemprov Jambi hasil rasionalisasi anggaran perjalanan dinas, rasionalisasi uang makan minum, rasionalisasi kegiatan-kegiatan yang belum urgen dilaksanakan tahun ini.  

Kemudian rasionalisasi dari anggaran TPP gaji 13 dan 14 yang batal dicairkan. Serta meminjam anggaran gaji pokok dan tunjangan pegawai untuk bulan Desember 2021 mendatang. 

"Kenapa mengambil TPP 13 dan 14, karena telah keluar PMK nya bahwa TPP itu tidak boleh dicairkan, sementara kita sudah menganggarkannya. Jadi duitnya kita refokusing untuk penanganan covid-19. Itu nominalnya sekitar Rp60 Miliar," kata Sekda Provinsi Jambi Sudirman. 

Sementara untuk gaji pokok dan tunjang para pegawai Pemprov Jambi bulan Desember 2021 yang dipinjam ini, kata Sudirman nantinya akan dimunculkan kembali pada saat APBD perubahan, dari dana DAU Pemprov Jambi yang ditahan akibat terlambatnya Pemprov Jambi melakukan refokusing anggaran. Ini jumlahnya sebesar Rp40 Miliar. 

"Jadi ASN gak perlu khawatir, gaji dari Januari hingga Desember tahun ini bisa dipenuhi," ujar Sekda.

Dijelaskanya, anggaran hasil refokusing ini muncul akibat regulasi dari PMK dan Permendagri bahwa ada kewajiban Pemda untuk mengalokasikan 8 dan 28 persen untuk penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi. 

"Untuk pemulihan ekonomi itu lebih kurang Rp398 Miliar yang wajib dialokasikan oleh Pemprov,  sehingga kita harus mengambil dana dari beberapa OPD. Kemudian untuk kesehatan sebesar Rp106 Milar," jelasnya.

Kegiatan penanganan kesehatan covid-19 dan pemulihan ekonomi nantinya akan dilaksanakan oleh dinas-dinas terkait. Seperti Dinas Kesehatan dan RSUD Raden Mattaher Jambi untuk penanganan kesehatan, kemudian Dinas Pertanian, Dinas Koperasi UMKM untuk kegiatan pemulihan ekonomi.

"Kita sudah panggil OPD-OPD yang berkorelasi dengan PEN dan penangnan kesehatan minta betul usulan kegiatan mereka," pungkas Sudirman.

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved